Petani Alami Gagal Panen Padi, BPTPH Papua Barat Segera Tanggap

Manokwari, TopbNews.com – Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BPTPH) Papua Barat, Teguh Santoso, mengungkapkan bahwa wilayah Prafi Mulya dan SP1 di Manokwari mengalami kerugian besar akibat kegagalan panen yang menyebabkan kehilangan 300 ton beras.

Kerugian ini ditaksir mencapai Rp. 3 miliar, berdasarkan harga beras Rp.10.000 per kilogram. Banyak lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami gagal panen atau fuso, sehingga sebagian besar tidak menghasilkan beras sama sekali. Hal ini ia sampaikan di Kantor Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Perkebunan Papua Barat, Jumat (18/10).

Teguh menambahkan bahwa selain kerugian material, kegagalan panen ini juga berdampak pada kondisi psikologis petani.

“Banyak petani yang kehilangan semangat untuk menanam padi kembali dan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke komoditas hortikultura,” ujarnya.

Sebagai langkah tanggap, pihaknya bersama Bappeda akan mengajukan dana darurat untuk memulihkan sektor pertanian dan mental petani yang terdampak.

Salah satu solusi yang diterapkan adalah penggunaan tricoderma, jamur antagonis yang efektif mengendalikan penyakit tanaman. Hasil uji coba menunjukkan bahwa tricoderma mampu menghentikan penyebaran penyakit dengan menguasai tempat hidup patogen.

Selain itu, Balai berencana menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman di beberapa area terdampak.

“Kami telah menjalin komunikasi dengan kelompok tani untuk bersama-sama menerapkan teknik ini. Uji coba di SP2 menunjukkan hasil yang cukup baik, dan kami akan melanjutkan di SP1,” terang Teguh.

Teguh menambahkan, kondisi pertanian di Manokwari dalam tiga bulan terakhir dikatakan tidak baik, dengan hampir seluruh lahan terinfeksi hama dan penyakit.

“Di SP1 dan SP2 kondisinya sangat buruk. Balai akan terus memantau dan memberikan bantuan guna mencegah kerugian lebih lanjut”, ujarnya.

Teguh berharap, dengan koordinasi antara Balai, pemerintah, dan kelompok tani, sektor pertanian Manokwari bisa pulih secara bertahap.

“Kami akan mengawal petani hingga musim tanam ini selesai, dan semoga panen berikutnya bisa lebih baik,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sektor pertanian di Manokwari dapat segera bangkit dan kerugian tidak semakin meluas. (*/KY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!