Elias Idie : Kick Off Pengawasan Partisipatif Tahapan Kampanye dan Deklarasi Damai, Simbol Komitmen Semua Pihak

(Foto : TopbNews.com)

Manokwari,TopbNews.com – Dalam rangka menyongsong tahapan kampanye Pemilihan Serentak 2024, Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie, memberikan sambutan penuh semangat pada “Kick Off Pengawasan Partisipatif Tahapan Kampanye dan Deklarasi Pemilihan Serentak 2024” yang menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pihak dalam menjaga pelaksanaan pemilu yang damai dan berkualitas di wilayah Papua Barat.

Elias Idie menyampaikan bahwa kehadiran para peserta malam ini mencerminkan komitmen, konsistensi, dan tekad bersama untuk mewujudkan Papua Barat dan Papua keseluruhan sebagai tanah damai.

Elias juga menegaskan bahwa tahapan kampanye yang akan dimulai pada tanggal 25 September 2024 hingga 23 November 2024 adalah momen krusial yang memerlukan pengawasan ketat dari berbagai elemen, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, peserta pemilu, partai politik, maupun masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Elias menekankan bahwa kegiatan pengawasan partisipatif ini merupakan upaya mitigasi dan pencegahan pelanggaran serta sengketa pada tahapan kampanye. Kegiatan ini juga merupakan simbol komitmen dari semua pihak untuk mengawal jalannya pemilu dengan damai hingga hari pemungutan suara yang akan berlangsung pada tanggal 27 November 2024.

“Kita semua berkumpul malam ini untuk menandai komitmen bersama dalam menjaga tahapan kampanye agar berjalan damai. Penandatanganan simbolis yang akan dilakukan oleh perwakilan kelembagaan menunjukkan kesepakatan kita bersama untuk mensukseskan Pilkada ini,” ujar Elias.

Ketua BAWASLU Papua Barat, Elias Idie (Foto : TopbNews.com)

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Papua Barat Berbudaya Mengawasi”, yang mencerminkan budaya masyarakat Papua yang sangat menghargai adat dan kebersamaan. Dalam konteks pemilihan, budaya tersebut diterapkan dengan cara mengawal jalannya pesta demokrasi secara damai dan bijaksana.

Elias juga mengingatkan pentingnya menjaga pesta demokrasi ini dari ancaman hoaks, ujaran kebencian, serta politisasi yang dapat merusak suasana kampanye.

“Budaya mengawasi harus terus ditanamkan. Tantangan terbesar kita dalam tahapan kampanye adalah mencegah politisasi SARA dan ujaran kebencian. Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat di Papua Barat,” tambahnya.

Dirinya mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam melakukan pengawasan secara partisipatif, agar pemilihan serentak 2024 dapat berjalan dengan damai dan berkualitas.

“Kita harus menunjukkan bahwa Papua Barat bisa menjadi contoh proses demokrasi yang baik, tidak hanya untuk saudara-saudara kita di Tanah Papua, tetapi juga bagi seluruh Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.

Diakhir sambutannya, Elias menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir, serta menegaskan komitmen Bawaslu untuk menjaga setiap suara, mulai dari TPS hingga pleno tingkat provinsi.

“Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjaga demokrasi di Papua Barat. Terima kasih, Tuhan berkati kita semua,” pungkasnya. (*/KY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!