
Manokwari, Topbnews.com – Guna meningkatkan kapasitas para pemandu wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar kegiatan Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Ekowisata Mangrove Klawalu Sorong serta Serah Terima Bantuan Pemerintah Papua Barat, Selasa (13/12/2022).
Koordinator Strategi dan Komunikasi Wisata Alam, Budaya dan Buatan Direktorat WI data Minat Khusus Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian dan Ekonomi Kreatif RI, Firnandi Gufron, SE., M.Si mengatakan, dalam rangka mempercepat pemulihan sektor pariwisata, Kemenparekraf telah mengambil terobosan dengan membuat program pengembangan produk ekowisata berbasis masyarakat.
“Ekowisata berbasis masyarakat terintegrasi dengan carbon offsetting Climate Positive Tourism Through Decarbonization and Ecotourism, yang diluncurkan tanggal 6-7 Juli 2022 lalu. Program ini dimaksudkan agar kolaborasi antara pemangku kepentingan yang terkait dapat terbangun dengan lebih sinergis,” katanya.
Pelaksana tugas (Plt). Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat, Drs. Ruland R. Sarwom, M.Si mengatakan, Papua Barat memiliki potensi wisata baru yang sudah masuk dalam data base perencanaan tahun 2023, diantaranya Ekowisata mangrove di daerah teluk Bintuni dan Manokwari Selatan.
Dalam kegiatan Ekowisata Mangrove di Sorong, Ruland menyampaikan selain kegiatan pendampingan pemandu wisata hutan mangrove yang diikuti puluhan peserta juga diserahkan bantuan dari kemenparekraf berupa sejumlah fasilitas pendukung.

“Bantuan yang diberikan berupa sepeda bagi pengunjung, kendaraan pengangkut sampah serta sejumlah ornamen khas Papua yang menjadi daya tarik bagi pengunjung,” ujarnya.
Ia berpesan agar Ekowisata hutan mangrove ini agar selalu ditata, dirawat, dan ditingkatkan untuk meningkatkan PAD daerah.
Sementara itu, terkait dengan terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya, maka Ruland menyampaikan dengan sendirinya program yang telah disusun untuk tahun 2023 dibatalkan mengingat Sorong telah menjadi provinsi sendiri.
“Pesan untuk dinas pariwisata Sorong dan semuanya yang di wilayah sorong raya bahwa dengan terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya, otomatis program yang sudah kita rencanakan di tahun 2023 batal mengingat PBD sendiri akan menyusun dan mengelola sendiri kegiatannya,” Ungkap Ruland.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf bila selama ini terdapat kekurangan yang dilakukan selama masih berada dalam Provinsi Papua Barat, serta berpesan kepada semua kelompok sadar wisata dan pelaku wisata kedepan agar tetap menjalin koordinasi dan komunikasi dalam pembangunan di Tanah Papua khususnya pembanguan pariwisata.
” Kita berharap dengan pembentukan provinsi baru ini, pembangunan pariwisata kedepan lebih baik dan maju,” pungkasnya.
Penulis : Tesan
Topbnews.com
Berita Lain :