Ratusan Umat Muslim di Manokwari Melaksanakan Sholat Ied di Masjid Nurul Fatah

Manokwari, TopbNews.com – Sejumlah masyarakat mulai berdatangan ke Masjid Nurul Fatah, Reremi Manokwari, Papua Barat sejak pukul 06.00 WIT, untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah, Rabu (10/4).

Hal ini berlandaskan ketetapan Pemerintah Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama Tepublik Indonesia (Kemenag RI).

Turut mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid oleh seluruh jamaah yang dipimpin oleh Imam Masjid.

Pada tahun ini pelaksanaan Sholat Idul Fitri dipadati sekira 500 ratus jamaah pada Masjid Nurul Fatah. Nampak jamaah duduk rapih berjajar memenuhi seluruh shaf Sholat hingga halaman dan jalanan Masjid.

Tepat pukul 07.00 WIT, Sholat Ied secara berjamaah dimulai, dipimpin Imam Masjid Nurul Fatah, Ustadz Sarifudin Rumalean dan sebagai Khatib yang bertugas adalah Ustadz H.Ramli Cabe. Dalam Khotbah membahas tema “Idul Fitri Momentum Menebar Maaf untuk Kerukunan Umat”.

“Kita pasti punya kesalahan atau khilaf yang membuat orang lain tersinggung atau terluka. Kesalahan itu bisa terjadi antara anak dengan orang tua, antara pemimpin dan rakyat, antara guru dan murid, serta antara suami dan istri”, ujar Ustadz H.Ramli Cabe dalam khotbahnya.

“Rumah tangga tentram jika dipandu dengan spiritualitas saling menghormati dan memaafkan, akan terbentuk rumah tangga yang harmonis akan terbentuk jika kita menutup masa lalu, memaafkan, dan menatap kedepan untuk berkembang lebih maju”, sambungnya.

Ustadz H.Ramli Cabe menuturkan tiga hal yang membuat seseorang akan diringankan hisabnya dan dimasukkan ke surga oleh Rahmat Allah berdasarkan hadist Rasulullah.

“Tiga hal tersebut adalah, engkau memberi kepada orang yang tidak pernah memberimu, memaafkan orang yang telah menzalimimu, serta menyambung silaturahmi kepada kerabat yang telah memutus silaturahmi kepadamu”, terang Ustadz H.Ramli Cabe.

Lanjutnya, ada tiga doa malaikat Jibril yang diaminkan Nabi Muhammad yaitu, Janganlah engkau terima puasa dan seluruh amal 3 golongan orang durhaka terhadap orang tua, istri/suami yang tidak patuh pada pasangannya, serta muslim yang tidak memaafkan saudaranya.

Ustadz H.Ramli Cabe menambahkan bahwa keunggulan utama manusia dalam keragaman adalah mampu hidup rukun dan saling menghargai.

“Perpindahan manusia yang menempati suatu tempat dan berkumpul dengan berbagai suku dan bangsa adalah karunia Tuhan yang dikenal dengan nama Takdir,” katanya.

“Kerukunan dan kedamaian akan terhalang jika fanatisme tumbuh subur di masyarakat. Fanatisme muncul bila kita melihat sesuatu hanya hitam dan putih, cara pandang sempit yang hanya menganggap kelompok kita yang paling benar, serta menganggap pihak lain salah, rendah, bahkan sesat”, jelas Ustadz H.Ramli Cabe.

Fanatisme ini, kata Ustadz H.Ramli Cabe, membuat masyarakat terpecah belah dan melahirkan eksklusifisme, yaitu mengasingkan diri dari kebersamaan dan keragaman, serta dangkal dalam melihat perbedaan dan keragaman.

“Semoga ibadah puasa yang kita kerjakan mendapat ridho Allah, dan kita selalu menjaga keharmonisan dalam keragaman. Amin”, tutup Ustadz H.Ramli Cabe. (*)

Penulis : Jun Madubun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!