
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan menyerahkan bantuan peralatan Antropometri kepada 218 posyandu yang ada di kota Jayapura, Selasa (20/2).
Mewakili Pj Walikota Jayapura, Assisten II Setda Kota Jayapura, Widi Hartanti membuka secara resmi sosialisasi perilaku hidup besih dan sehat (PHBS) sekaligus menyerahkan Antropometri Kit dari Kemenkes RI kepada 14 perwakilan kader dari setiap posyandu yang ada di kota Jayapura, di Gedung aula Sian Soor Walikota Jayapura.
Widi Hartanti kepada awak media mengatakan, sosialisasi PHBS dan pemberian antropometri kepada para kader posyandu ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memberikan informasi kepada masyarakat pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi PHBS dan pemberian bantuan antropometri kepada para kader posyandu ini bisa menjadi penyambung dari pemerintah dalam bidang Kesehatan memberikan informasi kepada masyarakat untuk bagaimana masyarakat sadar akan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Karena hidup bersih dan sehat merupakan kesadaran dari masing masing kita manusia”, katanya.
Dia menambahkan, penyerahan alat Antropometri kepada 14 Puskesmas dan Posyandu ini akan membantu ibu hamil maupun balita untuk memeriksakan kesehatannya di posyandu, sehingga pencegahan stunting bisa dilakukan sejak dini.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, maka Kader Posyandu diharapkan bisa melaksanakan tugasnya dengan benar.
“Jika skill dan ketelitian dari Kader Posyandu kurang, maka akan berpengaruh pada angka stunting di kota Jayapura yang terus naik, hal ini disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan alat medis khusus untuk mengukur balita tersebut, sehingga ini akan terus kita lakukan yakni peningkatan kapasitas para Kader Posyandu”, ucap Sri Antari.
Dirinya menyebut, sebanyak 218 alat Antropometri yang akan dibagikan kepada Puskesmas dan Posyandu dengan harapan, tidak akan ada lagi kesalahan dalam menimbang maupun mengukur balita.
Lanjut kata Sri Antari, peremajaan Kader Posyandu juga akan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan mengingat banyaknya usia kader yang sudah lanjut, hal ini juga menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat Antropometri yang butuh ketelitian.
Sri antari menjelaskan, hingga akhir desember 2023, angka stunting dikota Jayapura masih sangat tinggi yakni kurang lebih 2.500an, sehingga diharapkan dengan pemberian antropometri dapat dijadikan sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting membantu para kader dapat bekerja secara maksimal dalam menurunkan angka stunting di Kota Jayapura.
Diketahui Antropometri Kit merupakan alat ukur yang berfungsi untuk pengukuran berat badan, Panjang, tinggi badan, lingkar lengan atas dan kepala bayi atau anak. (*)
Penulis : NatYo