
Mansel, TopbNews.com – Sebagai Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil Papua Barat, Roma Megawanty Waterpauw tak hanya mensosialisasikan dirinya dengan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di 7 Kabupaten yang masuk wilayah Provinsi Papua Barat.
Namun dirinya langsung bertatap muka dengan masyarakat di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana dan Fakfak.
Ini dilakukannya untuk melihat, mendengar, dan mengenal lebih dekat masyarakat dan lingkungannya. Begitupun sebaliknya, masyarakat tak hanya mengetahui sosok Roma Megawanty Waterpauw dari baliho yang terpampang di tiap daerah, tapi bisa melihat dan mendengar secara langsung visi seorang Roma Megawanty saat mengkampanyekan dirinya.
Dalam Pertemuan Terbatas yang dilaksanakan pada tiga titik di Manokwari Selatan, pada Sabtu (3/2), Roma Megawanty menyampaikan, seorang calon legislatif haruslah seorang pejuang. Hal ini sangatlah penting, karena sebagai wakil rakyat di Parlemen, seorang legislator harus mampu menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya.
“Harus ada orang yang punya kompetensi dan punya kemampuan untuk bisa berargumen. Bukan orang yang sekedar duduk di DPR RI dan diam saja, tapi harus orang yang punya daya juang”, kata Roma.
Dirinya mencontohkan, bagaimana bila yang terpilih adalah orang yang tidak mampu berbicara dan memperjuangkan aspirasi masyarakatnya, serta tidak memiliki mental baja.
“Bapa ibu bayangkan di DPR RI ketemu menteri yang ngotot ah Papua Barat nanti saja, saya ingin kita fokus di aceh. Terus anggota dewannya cuma jawab oiya,, ya sudah pak…kemudian dalam rapat-rapat hanya duduk saja, tidak bisa menyuarakan kepentingan dapilnya. Tidak bisa seperti itu… Bapak ibu harus cari seorang petarung, yang tidak gampang menyerah, yang bisa berdebat, menyampaikan pendapatnya dengan data dan fakta untuk memperjuangkan aspirasi masyarakatnya”, jelasnya disambut tepuk tangan dan teriakan “Ipar Boleh”.
“Jangan juga pilih anggota dewan yang miliki 5D yaitu Datang, Duduk, Diam, Dengar, Duit”, ujarnya yang semakin menambah semarak suasana.
Sebagai seorang pejuang sejak kecil, Roma Megawanty menyampaikan, dirinya tak menebar janji namun pembuktian diri sebagai sosok yang memiliki jiwa petarung.
“Kalau saya, memang mimpi saya itu memberdayakan kaum perempuan. Kenapa? ketika saya sebagai Ketua PKK Papua Barat saat bapak Waterpauw menjabat Pj Gubernur, saya masih menemukan buta aksara, putus sekolah di kaum perempuan, dan saya masih menemukan pernikahan yang sangat muda. Ketika dia menikah muda dia punya anak dia belum punya jiwa untuk menjadi ibu sehingga anaknya itu tete nenek yang urus sehingga saya berpikir untuk saya perlu mencerdaskan kaum perempuan”, jelasnya.
Kaum perempuan kata Roma, harus cerdas memaknai lingkungannya, kehidupannya dan tatanan kehidupan sosial disekitarnya.

“Mama saya tamat SMP dengan catatan tinggal kelas 4 kali tapi dia perempuan yang cerdas karena kami anak 7, bapak pangkat hanya balok merah tapi tidak ada anaknya yang stunting atau kekurangan gizi. Mama saya itu orang yang tangguh, petarung. Jadi kami umur 7 tahun itu sudah disuruh tanam rica tomat di halaman rumah. Kami juga punya ayam, burung merpati jadi anak-anaknya tidak kekurangan protein”, cerita Roma Megawanty.
“Jadi saya ini juga bukan orang kaya, saya juga dari kampung karena masa kecil saya itu persis seperti di pegaf. Udaranya, lingkungannya yang tinggal hanya sedikit orang, Bogor waktu itu. Dan saya bisa begini bapak ibu karena kasih karunia Tuhan dan karena saya banyak menunjukkan jiwa petarung, jiwa yang tidak gampang menyerah dengan keterbatasan ekonomi orang tua”, sambungnya.
Calon DPR RI Dapil Papua Barat Nomor Urut 1 Partai GOLKAR, Roma Megawanty Waterpauw lebih lanjut menyampaikan, visinya dalam mencerdaskan kaum perempuan akan terwujud bila suara perempuan diberikan kepadanya pada Hari Kasih Suara tanggal 14 Februari mendatang.
“Suara perempuan tahun ini lebih banyak dari suara laki-laki bayangkan kalau perempuan pilih perempuan, bisa jadi pemenang kan? Dan jangan lupa ajak bapak-bapak di rumah juga untuk pilih perempuan”, ajak Roma Megawanty Waterpauw.
Penulis : Tesan