Tingkatkan Kompetensi SDM Pelaku UMKM, Yayasan Aderi Perempuan Papua Gelar Pelatihan Merajut Noken

Pelatihan Merajut Noken yang digelar oleh Yayasan Aderin Perempuan Papua, di salah satu Hotel di Kota Manokwari pada Sabtu (13/1). (Foto: Hengky/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Yayasan Aderin Perempuan Papua telah sukses menggelar Pelatihan Merajut Noken di salah satu Hotel di Kota Manokwari pada Sabtu (13/1). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan Papua dalam seni merajut noken.

Ketua Yayasan Aderin Perempuan Papua, Laurina Waroi, menyatakan bahwa kegiatan ini diadakan dengan tujuan mulia ntuk memberikan peningkatan keterampilan kepada perempuan Papua dalam merajut noken. Noken, sebagai warisan budaya khas Papua, menjadi fokus utama dalam pelatihan ini.

Laurina Waroi juga mengekspresikan harapannya bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta akan terinspirasi untuk mendalami lebih jauh pengetahuan mereka dalam seni merajut. Dia berharap hasil rajutan yang dihasilkan oleh peserta dapat didistribusikan tidak hanya di wilayah Manokwari dan Papua Barat, tetapi juga di luar daerah.

Ketua Yayasan Aderi Perempuan Papua, Laurina Waroi (Foto: Hengky/TopbNews.com)

Pemateri Pelatihan Merajut Noken, Hana lrheona, menggarisbawahi pentingnya melestarikan budaya merajut noken sebagai warisan budaya khas orang Papua. Meskipun noken telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan dunia, Hana mengingatkan bahwa perkembangan zaman dapat mengancam kelestarian budaya tersebut.

“Noken sudah ada sebelum kita lahir, tapi karena perkembangan zaman akhirnya budaya warisan nenek moyang kita mulai dilupakan,” ujar Hana.

Hana menegaskan bahwa noken bukan hanya simbol lokal, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan internasional. Orang asing yang datang ke Papua sering membawa pulang noken sebagai suvenir.

Pemateri Pelatihan Merajut Noken, Hana Irhone (Foto: Hengky/TopbNews.com)

“Kami sangat berterimakasih kepada nenek moyang, karena dengan noken kamu dikenal di kanca internasional. Jadi tugas kita apa, apakah meninggalkan atau mengangkat budaya itu, jawabannya ada di kita,” tambah Hana.

Selain sebagai pelestari budaya, Hana melihat potensi noken sebagai sumber usaha. Dia mengajak para peserta untuk menjadikan merajut noken sebagai peluang bisnis yang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Dengan adanya peningkatan kompetensi dalam merajut noken, diharapkan perempuan Papua dapat memanfaatkan keterampilan mereka sebagai sumber daya untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini diharapkan akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi peserta pelatihan, tetapi juga untuk ekonomi lokal dan pelestarian budaya Papua secara keseluruhan.

Penulis: Erik Azwar Z

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!