PJ Walikota Jayapura Himbau Warga Menahan Diri Tanpa Timbulkan Ekses

Pj Walikota Jayapura, Frans Pekey (Foto : NatYo/TopbNews.com)

Jayapura, TopbNews.com – Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey, menyampaikan rasa prihatin atas aksi berlebihan yang dilakukan oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab saat prosesi penghantaran Jenazah Alm. Bapak Lukas Enembe ke rumah duka di Koya Tengah, Distrik Muara Tami Kamis, (28/12).

Sebagai penjabat Walikota Jayapura, dirinya menghimbau dan meminta kepada seluruh warga masyarakat kota Jayapura untuk tetap menjaga kota ini tetap aman dan kondusif.

“Siapapun yang ada di kota jayapura ini, darimana asal sukunya, latar belakang apapun, saya minta supaya menahan diri, dan mari kita semua adalah satu keluarga, warga msyarakat kota Jayapura yang mendiami dan tinggal di rumah besar kota jayapura,” serunya.

“Mari kita membangun persaudaraan, persatuan dan kesatuan, dan juga hubungan antara satu dengan yang lain dengan kembali seperti biasa”tambah Pekey dalam himbauan yang disampaikan, Jumat, (29/12) diruang kerjanya.

Ditegaskan, seluruh masyarakat kota jayapura telah bersama-sama menghantar bapak alm. Lukas Enembe sebagai tokoh Besar Papua, sebagai bapak pembangunan Papua yang dihormati.

Oleh Karena itu, Pekey meminta masyarakat kota Jayapura dan sekitarnya tetap jaga persatuan dan kesatuan serta tidak menimbulkan ekses yang memecah belah persatuan.

“Saya menghimbau tetap menjaga persatuan dan kesatuan tanpa menimbulkan dampak atau ekses yang menimbulkan permusuhan diantara kita, satu dengan yang lain. Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat warga Papua maupun non papua di Jayapura, apakah itu masyarakat Papua, keluarga yang berduka, masyarakat Non Ppaua yang ada di Kota Jayapura, ingatlah bahwa kita dalam suasana kedukaan bukan pesta, kesenangan ataupun permusuhan,”tambahnya.

Pekey berharap dalam suasana duka, seluruh masyarakat saling menghormati.

“Karena itu saya menghimbau dan meminta seluruh warga masyarakat kota jayapura untuk tidak bermusuhan karena kita tidak mau hidup bermusuhan di kota yang kita diami bersama ini, baik antara papua dengan papua, papua dengan non papua kita semua adalah saudara, bangsa dan se-tanah Air, sebagai umat ciptaan Tuhan dan juga sebagai saudara warga masyarakat kota Jayapura,” sambungnya.

Ini semua agar kota jayapura kembali kondusif, aman dan nyaman serta perekonomian masyarakat, kehidupan masyarakat, pembangunan di kota ini, kemajuan di kota Ini bisa terus terjadi dari waktu ke waktu dalam semangat Motto Kota Jayapura satu hati membangun kota untuk kemuliaan Tuhan.

“Jangan mudah terprovokasi dengan gambar, video yang beredar di medsos karena memecah belah dan bermusuhan diantara warga. Percayakan Jaminan keamanan kepada aparat keamanan dan tidak main hakim sendiri.

“Mari kita terus bersatu, jauhkan dari permusuhan konflik, perbedaan- perbedaan tidak perlu diperuncing, tetapi kita terus bersama-sama hidup berdampingan satu dengan yang lain”, harap Pekey. (*)

Penulis : NatYo

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!