
Manokwari, TopbNews.com – Puncak peringatan Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) tanggal 26 Desember 2023, dipusatkan di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
Tema “Bersatu Dalam Kerelawanan”, sehingga mewujudkan profesional relawan dalam ketangguhan berbasis masyarakat, diharapkan semua pihak terlibat dalam Gerakan Kepalangmerahan.
Peringatan hari PMI dihadiri Ketua PMI Pusat, H.M. Jusuf Kalla, beserta pengurus Pusat PMI dan Provinsi serta Kabupaten Se-Jawa Tengah maupun perwakilan PMI penerimaan penghargaan Akreditasi PMI.
Ketua Bidang Relawan PMI Pusat, Sasongko Tedjo menjabarkan sejumlah kegiatan yang dilakukan diantaranya: zoom relawan; penanaman pohon; pemberian penghargaan Lencana Wira Utama bagi relawan atas apresiasi telah mengabdi selama lebih dari 20 tahun; Launching buku pedoman manajemen relawan PMI; pemberian penghargaan Donor darah Sukarela (DDS), pemberian asuransi kepada relawan serta kegiatan lainnya; peluncuran distribusi air bersih dan tim promosi Kesehatan.
Ketua PMI Pusat H.M. Jusuf Kalla berpesan agar ditahun 2024, Relawan PMI diseluruh Indonesia masing masing relawan wajib menanam 10 pohon untuk mewujudkan PMI menanam 4 juta pohon di tahun 2024 dalam upaya mendukung penyelematan dunia dalam neghadapi perubahan iklim.
“Palang Merah berada ditengah antara masyarakat yang ingin dibantu dan masyarakat yang perlu bantuan, itulah tugas PMI. Relawan PMI dimanapun berada harus menjadi pelopor, rajin dalam menempuh pendidikan, di masyarakat mampu memperlihatkan perilaku hidup sehat. Pengabdian relawan untuk kemanusiaan, PMI bergerak dan mengabdi kepada masyarakat yang dilakukan oleh para relawan, sehingga Pelatihan dan ketrampilan untuk upaya kesiapsiagaan dalam bencana wajib 6 jam sudah dilokasi bencana jika dimungkinkan secepat mungkin”, Jelas Jusuf Kalla.
Untuk itu, Ketua Bidang Relawan PMI Provinsi Papua Barat, Yohanes Ada’ Lebang, mengajak seluruh Pengurus PMI di Provinsi Papua Barat dan Relawan serta Pemerintah Kabupaten serta semua pihak, untuk mendorong kehadiran Relawan PMI di tengah-tengah masyarakat dalam melaksanakan tugas KEMANUSIAAN khususnya dalam tugas pembantuan pada kondisi normal dan menghadapi kondisi bencana.
“Bersatu Dalam Kerelawanan, dengan harapan dapat memotivasi kaum muda untuk bersatu dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan. Dengan data 2023 jumlah Relawan PMI Papua Barat: PMR Mula 24 Orang, PMR Madya 590 orang, PMR Wira 388 Orang, KSR Markas 129 Orang, KSR PERTI 27 orang, TSR 68 orang, tentunya menjadi perhatian serius kita semua sebagai potensi dan tantangan serta peluang”, ujar Lebang.
“Tentunya pembenahan dan memaksimalkan kemampuan relawan dengan data base relawan termasuk Relawan Perguruan Tinggi. serta menjadi kewajiban kami di daerah untuk mewujudkan semua arahan Ketua PMI Pusat untuk Relawan wajib menanam, selain itu, ditahun 2024 akan dilakukan Sosialisasi Buku Pedoman Manajemen Relawan dan dapat dipersatukan dalam kegiatan relawan Papua Barat serta pelatihan dan peningkatan kompetensi Relawan maupun calon Pembina Palang Merah Remaja (PMR), serta pengelolaan Donor Darah Sukarela (DDS) di Rumah Sakit daerah. Diharapkan pula ditahun 2024, PMI Papua Barat juga dapat mengusulkan Relawan PMI yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun”, Jelas Lebang.
Lebih lanjut, Lebang menyampaikan tanggungjawab Bersama dalam menyiapkan “Relawan Sejati” menjadi tanggungjawab dan komitmen bersama. Sehingga Pengurus PMI pada tingkatannya serta relawan harus lebih kreatif dan inovatif dengan tata Kelola dari apa yang dimiliki sebagai potensi pengelolaan PMI dan relawan.
Menurutnya, Profesional relawan PMI papua Barat tahun 2024 harus menjadi prioritas bersama dalam ketangguhan berbasis masyarakat, sehingga diharapkan semua pihak terlibat dalam Gerakan Kepalangmerahan.
“Terimakasih untuk relawan PMI Papua Barat yang telah membaktikan diri secara tulus dan ikhlas untuk sebuah tugas kemanusiaan sesuai 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah Dan Bulan Sabit Merah, Kemanusiaan (Humanity), Kesamaan (Impartiality), Kenetralan (Neutrality), Kemandirian (Independence), Kesukarelaan (Voluntary Service), Kesatuan (UNITY), Kesemestaan (Universality), “teruslah tebar kebaikan”. Selalu sehat dan Tuhan melindungi kita dalam tugas pengabdian kita untuk Tanah Papua dan untuk Indonesia”, pungkasnya. (*/rls)