
Manokwari, TopbNews.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Barat dalam melaksanakan program kerja selalu fokus pada pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) yang didanai melalui program Otonomi Khusus (Otsus).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat, Legius Wanimbo menegaskan, berbagai program yang dianggarkan melalui dana Otsus difokuskan untuk program pemberdayaaan OAP yang tersebar di 7 Kabupaten di wilayah administrasi Provinsi Papua Barat.
Alumni Faperta Uncen angkatan 1997 ini menyebut, terdapat sekitar 33 program kerja yang digelontorkan Dinas PMK diantaranya pembangunan sumur bor, pembangunan dan pelatihan serta bimbingan manajemen pengelolaan home stay, bantuan mesin babat, pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat OAP, serta yang terbaru adalah prioritas penyediaaan sistem pembangunan kampung berbasis teknologi.
“Pembuatan sumur bor oleh Dinas PMK tujuannya untuk membantu presentase stunting dan kemiskinan ekstrim. Disisi lain, program ini sudah terlaksana dan terbukti membantu tingkat inflasi sebesar 99,75%,” jelasnya usai Rapat Akhir Tahun Dinas PMK, Kamis (21/12).
Lebih lanjut Legius menjelaskan, program lain yang dilaksanakan Dinas PMK adalah penyediaan bantuan seni budaya orang asli papua berupa pembangunan home stay di Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Program ini kolaborasi Dinas PMK dan Dinas Pariwisata untuk mendukung Program Kampung Wisata di daerah wisata Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida di Kabupaten Pegunungan Arfak. Kami juga telah melatih sebanyak 10 anak asli Papua dari masyarakat Arfak untuk mengelola 2 home stay tersebut,” aku Legius.

Khusus bantuan bahan bangunan rumah (BBR) Legius menyebut, program itu tersebar di beberapa kabupaten dalam rangka memenuhi rumah masyarakat layak huni. Program tersebut kolaborasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Perumahan.
Mantan Kabid Perencanaan Otsus pada Bappeda Papua Barat itu juga menjelaskan, Tahun 2023 dinas yang dipimpinnya menggiatkan program prioritas, yaitu program penyediaan sistem informasi pembangunan kampung berbasis teknologi. Pada program tersebut, dinas membina kader-kader kampung sebanyak 803 kampung di Provinsi Papua Barat untuk mengelola dana Otsus.
Para kader kampung tersebut kata Legius, dilatih dengan admin dan operator tingkat distrik. Mereka akan membawahi setiap kampung untuk menyiapkan data masyarakat secara riil, valid dan detail dalam rangka pembinaan dan bimbingan masyarakat kampung.
“Mereka akan melakukan pendataan untuk mengetahui secara riil kondisi masyarakat di setiap kampung. Sistem Administrasi Informasi Kampung (SAIK) ini diluncurkan untuk melakukan pendataan dan pelaporan secara kontinyu perihal penggunaan dana Otsus di setiap Kampung agar bermanfaat dan tepat sasaran,” tegas Legius.
Program lain yang dilaksanakan Dinas PMK adalah bantuan mesin babat untuk membantu kebersihan lingkungan. Program pemantauan dan monitoring juga dilaksanakan dalam rangka memantau dan mendata seluruh program di setiap kampung.
Kemudian terdapat program Fasilitasi Tim Penggerak PKK dalam penyelenggaraan gerakan pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan keluarga yang realisasinya mencapai 99,83 persen. Penyediaan air bersih dan sanitasi 99,75 persen, serta Pelatihan dan pendampingan pengadaan barang dan jasa bagi pengusaha OAP sebesar 98,95 persen yang bersumber dari dana Otsus.
“Capaian program Dinas PMK sudah 95% terlaksana di tahun 2023. Harapannya seluruh program dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga mencegah timbulnya SILPA dari penganggaran pemerintah yang berdampak pada tidak terakomodirnya aspirasi masyarakat kampung. Harapan lain agar dana desa dapat diketahui langsung oleh aparat kampung melalui informasi terbaru,” ucap Legius sembari mengapresiasi stafnya yang telah bekerja keras.
Diketahui pagu anggaran Dinas PMK Provinsi Papua Barat tahun 2023 sebesar Rp.45.488.799.532, dimana serapan anggaran hingga 21 Desember telah mencapai 83,90 persen. Dipastikan akan terealisasi 100 persen setelah pembayaran gaji dan TPP.
Legius menambahkan, kinerja Dinas PMK sepanjang tahun 2023 diharapkan menyentuh langsung aspirasi masyarakat kampung.
“Terima kasih untuk dukungan masyarakat, karena terus mendukung program PMK. Kepada Penjabat Gubernur dan Plt. Sekda juga telah kami laporkan sesuai arahan dan program, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan kampung. Termasuk kepada rekan-rekan wartawan kami sampaikan terima kasih atas publikasi dan sosialisasi melalui berbagai media yang langsung dapat diketahui masyarakat. Akhirnya saya ucapkan selamat Natal Tahun 2023 dan menyongsong Tahun Baru 2024,” ucap Legius.
Penulis : Tesan