
Jayapura, TopbNews.com – Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksana Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit, Rabu (20/12).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, Rakor ini untuk membahas kinerja sepanjang tahun 2023.
“Ini akhir tahun dan kita mesti membahas kinerja kita sepanjang tahun 2023 seperti capaian seperti apa, masalahnya dimana dan tahun depan kita bagaimana,”kata Ni Nyoman Sri Antari kepada awak media, di Jayapura.
Menurutnya, pembahasan itu dilakukan agar tahun depan bisa lebih optimal lagi.
“Jadi hari ini kita evaluasi P2P baik itu survelands, imunisasinya, penyakit menular dan juga penyakit tidak menular,” ujarnya.
Sri Antari mengatakan, rapat ini juga dimaksudkan untuk melihat hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
“Memang ada yang sudah dicapai dan ada juga yang masih belum tercapai,” ungkapnya.

Dikatakannya, Tahun 2024 pihaknya menargetkan 4.000 kasus TB.
“Sementara tadi baru ketemu 2.000 sekian kita belum mencapai, Itu sebabnya, tahun depan kita akan jemput bola, dan bakal memulai dari tempat ibadah dengan mendatangi gereja dan lakukan sosialisasi sekaligus lakukan pemeriksaan. Sekolah juga demikian, kita datangi sosialisasi lakukan pemeriksaan kemudian asrama-asrama,”ungkapnya lagi.
Selaku Kadinkes, Sri Antari berharap, ketika ketemu penyakit jangan berkecil hati.
“Kita akan periksa dan tangani kami akan lebih terpadu, kita mau padukan kegiatan agar masyarakat lebih kita layani maksimal lagi,” tutupnya.
Kartu Numbay Sehat Jawab Lebutuhan Kesehatan Masyarakat Kota Jayapura
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga menerangkan untuk Numbay Sehat, masyarakat tidak perlu khawatir untuk tidak memiliki kartu, yang penting punya KTP.
Khusus OAP baik dari Port Numbay maupun OAP yang ada di Kota Jayapura yang memiliki KTP Kota Jayapura dapat memeriksakan kesehatannya di Puskesmas dan RS di wilayah kota Jayapura secara gratis.
“Ketika berobat kalau BPJS Kesehatan tidak bisa membayar, kita bisa beckup dari dana Numbay sehat, Caranya adalah, kalau dipungut biaya di Rumah Sakit bilang nanti Dinkes Yang bayar,” jelasnya.
Sementara bagi pengguna kartu BPJS Nanti mereka akan klaim ke kami kekurangan BPJS jadi nanti ditanggung itu yang nanti kita akan bayar, kami bersifat membeckup yang tidak didanai oleh BPJS.
Penulis : NatYo