Rancangan APBD Papua Barat Tahun 2024 Rp. 3,8 Triliun

Pj Gubernur, Ali Baham serahkan Dokumen Rancangan APBD 2024 kepada Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor ( Foto : Marthina/TopbNews.com

Manokwari, TopbNews.com – Rapat Paripurna Masa Sidang III Tahun 2024 secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Barat, Saleh Seknun, Senin (27/11) malam.

mostbet

Rapat Paripurna dalam rangka Pembahasan Raperda APBD Provinsi Papua Barat Tahun 2024 dengan agenda Penjelasan Gubernur Terkait Nota Keuangan Raperda ABPD Tahun Anggaran 2024.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere saat membacakan Nota Keuangan menegaskan bahwa usulan eksekutif untuk APBD Provinsi Papua Barat tahun 2024 sebesar Rp. 3,826 Triliun lebih.

Ali menjelaskan, gambaran ringkas rencana APBD Papua Barat Tahun 2024 terdiri dari : PENDAPATAN sebesar Rp. 3.826.192.840.048,00 dengan rincian pembagian : PAD sebesar Rp.532.315.579.108,00 berasal dari Pajak Daerah Rp. 394.312.210.028,00; Retribusi Daerah Rp. 5.652.184.099,00; Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp. 31.451.453.512,00; dan Lain-lain PAD yang sah Rp. 100.899.731.469,00.

Kemudian Ali juga menjelaskan bahwa Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 3.294.203.609.940,00 terdiri dari Dana Perimbangan Rp. 2.450.312.787.940,00; dan Dana Otonomi Khusus dan Dana Tambahan Infrastruktur Rp. 843.890.822.000,00. Termasuk didalamnya Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp. 1.673.651.000,00.

Lebih lanjut Ali menjelaskan kembali bahwa khusus Belanja sebesar Rp.4.586.649.130.308,00. Dengan uraian rincian yaitu Belanja Operasi Rp. 2.242.615.210.509,00. Belanja operasi ini terdiri dari Belanja Pegawai Rp. 809.824.177.256,00; Belanja Barang dan Jasa Rp.905.992.774.537,00; Belanja Hibah Rp. 525.696.258.716,00; serta Belanja Bantuan Sosial Rp. 1.102.000.000,00.

Kepala BPKAD Provinsi Papua Barat, Agus Nurrodi (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Belanja Modal sebesar Rp. 621.569.246.293,00 terdiri dari Belanja Modal Tanah Rp. 11.465.748.604,00; Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp. 41.378.612.219,00; Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp. 94.447.120.940,00; dan Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi Rp. 74.277.764.530,00. Kemudian Belanja Tidak Terduga sebesar Rp. 188.487.250.000,00.

Ditambahkan Ali bahwa Belanja Transfer sebesar Rp. 1.533.977.423.506,00 terdiri dari Belanja Bagi Hasil Rp. 300.408.353.213,00; dan Belanja Bantuan Keuangan Rp. 1.233.569.070.293,00.

Kepala BPKAD Provinsi Papua Barat, Agus Nurrodi yang dikonfirmasi media terkait besaran belanja yang lebih tinggi dari pagu rancangan APBD 2024 menjelaskan, selisih nilai Rp.758.456 miliar lebih merupakan prediksi Silpa 2023 sehingga masuk dalam pembiayaan rancangan APBD 2024.

“Ya ada sekitar 758 miliar lebih silpa 2023, karena diprediksi untuk tahun 2024 sehingga masuk di pembiayaan. Dan untuk rancangan APBD 2024 kita masih bertahan di angka 3,8 Triliun itu, sesuai pagu”, ujar Agus kepada awak media.

Dilaporkan, Pembiayaan Sebesar Rp.758.456.290.260,00 dengan uraian Penerimaan Pembiayaan Daerah yaitu sisa lebih perhitungan anggaran Tahun anggaran sebelumnya (2023) sebesar Rp.758.456.290.260,00 serta Pengeluaran Pembiayaan Daerah yaitu penyertaan modal (Investasi) Pemerintah Daerah sebesar Rp. 0,00.

“Karena itu, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan tidak ada atau nol”, tandasnya. (*)

Penulis : Tesan

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!