Deklarasi Pemilu Damai, Pangdam XVIII Kasuari : Stop Pemalangan, Mari Bersatu

Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, Pangdam XVIII Kasuari Mayjend TNI Elyas Alamsyah, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Silitonga, Ketua KPU PB Paskalis Semunya dan Ketua Bawaslu PB Elias Idie berpegangan tangan saat Pelaksanaan Deklarasi Pemilu Damai 2024 (Foto : Hengki/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Jumat, 17 November 2023 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen di wilayah Provinsi Papua Barat. Pasalnya, Kodam XVIII Kasuari kembali menginisiasi pelaksanaan Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 di Wilayah Provinsi Papua Barat.

Aula Makodam XVIII Kasuari di Arfai, Kota Manokwari, menjadi fokus deklarasi dimana jajaran Forkopimda Provinsi Papua Barat, Forkopimda Kabupaten Manokwari, KPU Papua Barat, Bawaslu Papua Barat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, 18 Parpol peserta pemilu, insan pers dan mahasiswa ikut hadir memberikan dukungan akan pentingnya Pemilu Damai tahun 2024.

Menariknya, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Elyas Alamsyah menegaskan, deklarasi damai merupakan ajang silaturahmi bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga pesta demokrasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif tanggal 14 Februari 2024 mendatang dapat berjalan bersinergi, satu suara, satu langkah, dan satu tindakan dalam menjaga kamtibmas.

“Saya yakin Parpol akan menggerakan mesin politik. Disana pasti ada perebutan dan semua pasti ingin menang. Saya berharap, jangan sampai mengabaikan kedamaian dan aspek-aspek sosial lainnya. Saya juga berharap jangan merusak citra demokrasi kita. Saya yakin melalui kegiatan ini kita galakkan dan tingkatkan terus komitmen. Saya juga akan menginstruksikan ke jajaran Kodim, Koramil agar komitmen pemilu damai ini bisa menjangkau semua pihak sampai ke lapisan bawah,” tegas Pangdam dihadapan tamu undangan.

Pemilu, aku Pangdam, menjadi wahana bagi warga negara memberi suara untuk memilih wakilnya yang akan mewakili kepentingan publik di berbagai tingkatan pemerintahan. Lewat Deklarasi, mari kita upayakan pesta Pemilu berjalan damai dan penuh keharmonisan di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Saya tegaskan, jangan ada lagi palang memalang lembaga atau kantor-kantor penyelenggara, baik KPU dan Bawaslu di seluruh jajaran Kodam Kasuari,” himbau Pangdam.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere memberi apresiasi kepada Pangdam atas pelaksanaan Deklarasi Pemilu Damai 2024. Menurut Pj. Gubernur, Pemilu damai akan terwujud dengan komitmen semua pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan parpol, penyelenggara pemilu dan pihak keamanan.

“Kita semua berharap nantinya calon pemimpin yang duduk disana adalah orang-orang terpilih melalui mekanisme demokratis, melalui hasil Pemilu yang aman, damai, dan jujur,” ucap Ali Baham.

Pernyataan senada juga disampaikan perwakilan tokoh adat sekaligus Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan. Mantan Gubernur Papua Barat itu mengajak semua pihak menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Mari kita jaga toleransi, kebersamaan antara suku, ras, agama, budaya dan adat. Pastikan keamanan adalah tanggung jawab dan tugas kita semua. Mari kita junjung tinggi toleransi dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita,” ucap Dominggus dihadapan seluruh peserta Deklarasi Pemilu Damai.

Pesan Dominggus, satu suara sangat berarti dalam perubahan, dan mendukung arah pembangunan Indonesia.

“Satu suara sangat berharga untuk pembangunan Indonesia, dan secara khusus juga untuk membangun tanah papua, Provinsi Papua Barat. Mari kita gunakan suara atau hak pilih kita itu dengan baik. Mari jaga NKRI. Kita Jaga Tanah Papua Barat, Manokwari,” tegas Ketua DPW Partai Nasdem.

Sementara Ketua KPU Papua Barat, Paskalis Semunya menyampaikan ungkapan terima kasih untuk dukungan pelaksanaan Deklarasi Pemilu Damai 2024.

“Terima kasih untuk dukungan TNI/Polri, partai politik serta dukungan unsur lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan pemilu damai 2024. Mari kita terus bersinergi dan berkomitmen untuk menjamin bahwa pelaksanaan Pemilu bisa terselenggara sesuai jadwal dan tahapannya. Harapannya, melalui Pemilu Damai 2024, hasilnya bisa bermanfaat,” sebut Paskalis.

Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Idie menghimbau peserta pemilu dan partai politik harus menahan diri melakukan kampanye sebelum tiba waktunya. Kata Bawaslu, masa kampanye Pemilu baru dimulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

Kapolda Papua Barat, Irjen. Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga menegaskan, deklarasi pemilu damai harus menjadi komitmen seluruh pihak.

“Mari junjung tinggi nilai demokrasi dalam Pemilu. Tentukan pilihan itu yang baik dari terbaik. Kami TNI/ Polri titipkan suara kami. Pilihlah figur pemimpin dari yang telah melakukan hal-hal baik, serta berniat baik membangun dan memberikan perubahan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mari jadikan diri kita sebagai contoh yang baik, dan bisa mempengaruhi keadaan menjadi lebih baik,” tukas Kapolda. (*)

Penulis : Hengki Kadiwaru

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!