Tropical Coffee Bertahan di Tengah Menjamurnya Kedai Kopi

Manokwari, TopbNews.com – Tropical Coffee atau Tropical West Papua (TWP) Coffee menjadi salah satu kedai kopi di Manokwari yang masih bertahan sejak dirintis pada 2019 hingga memasuki tahun 2026. Usaha ini didirikan Fajar Akbar Azhari, pemuda kelahiran 2002, yang memulai bisnisnya sejak masih duduk di bangku SMA.

Fajar mengaku usaha awalnya bernama Tropical Drink dan berfokus pada minuman mocktail. Konsep minuman tropis itu terinspirasi dari produk serupa yang berkembang di Makassar, kemudian dibawa ke Manokwari yang memiliki karakter wilayah tropis.

“Awalnya itu 17 Juli 2019, masih namanya Tropical Drink dan fokusnya mocktail. Belum ada kopi sama sekali. Saya lihat ada peluang usaha dan ingin coba masuk ke dunia bisnis,” ujar Fajar, Rabu (21/1/2026).

Seiring berjalannya waktu, Fajar melihat perubahan minat pasar, khususnya meningkatnya konsumsi kopi di Manokwari. Pada 2021, ia mulai mengembangkan menu kopi dan mengubah konsep usaha menjadi Tropical Coffee. Perubahan tersebut juga diikuti dengan pengurusan legalitas merek dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Di 2021 saya mulai masukkan menu kopi karena peminat kopi di Manokwari makin banyak. Kalau bertahan di satu konsep saja, usaha bisa berhenti. Sekalian saya urus legalitas supaya brand ini punya perlindungan hukum,” katanya.

Modal awal usaha ini berasal dari dukungan orang tua sebesar Rp2.500.000. Hingga kini, Fajar mengelola usaha tersebut secara mandiri tanpa kerja sama dengan pihak lain. Ia juga menjalankan peran sebagai pemilik sekaligus barista.

Dalam perjalanannya, Tropical Coffee sempat mengalami penurunan pendapatan signifikan saat pandemi Covid-19 pada 2020. Fajar menyebutkan, kondisi tersebut memaksanya untuk menyesuaikan operasional dan menekan pengeluaran agar usaha tetap berjalan.

Untuk bahan baku, Tropical Coffee menggunakan biji kopi instan namun dapat bersaing dengan beberapa kompetitor yang ada.


Penggunaan biji kopi tersebut disesuaikan dengan karakter menu yang disajikan. Saat ini, penjualan didominasi oleh menu kopi, meski minuman tropis masih tetap tersedia.

Di tengah menjamurnya coffee shop di Manokwari dengan berbagai konsep, Fajar menilai persaingan usaha tidak hanya ditentukan oleh siapa yang lebih dulu memulai, melainkan oleh kemampuan bertahan dan beradaptasi.

“Bukan siapa yang duluan mulai, tapi siapa yang bisa bertahan sampai akhir. Semua orang bisa lihat peluang, tapi tidak semua bisa memanfaatkan peluang itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak 2019 Tropical Coffee telah melalui berbagai fase, mulai dari masa awal yang ramai, penurunan pendapatan, hingga penataan ulang konsep usaha. Proses tersebut menjadi bagian dari evaluasi agar tetap bertahan di tengah tren usaha kedai kopi yang terus berubah.

Selain menjalankan usaha, Fajar juga tergabung dalam Komunitas Kopi Manokwari dan telah mengikuti sertifikasi barista pada 2025. Menurutnya, sertifikasi berpengaruh terhadap pemahaman pengolahan kopi dan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.

Ke depan, Fajar berharap Tropical Coffee dapat terus berkembang dan memperluas skala usaha. “Harapan saya ke depan bisa lebih baik dari sekarang dan bisa mengembangkan usaha lebih luas. Untuk saat ini saya masih terus belajar dan memperkuat apa yang sudah ada,” pungkasnya. (TOP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!