
Manokwari, TopbNews.com – Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Informatika Universitas Papua, Kristin Umakarubaba (21), turut memeriahkan acara SPARKHIM 2025 dengan memamerkan berbagai kerajinan tangan hasil karyanya sendiri.
Ia menampilkan tote bag, gelang, dan ikat rambut yang sebagian besar dibuat dari bahan daur ulang.
Kristin menjelaskan bahwa tote bag dan ikat rambut ia buat menggunakan kain bekas, sementara gelang dibuat dari benang dan manik-manik. Untuk harga, Kristin menetapkan tote bag seharga Rp25.000, sedangkan gelang dan ikat rambut masing-masing dijual Rp15.000.
Dalam proses pembuatannya, Kristin membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan seluruh kerajinan tersebut. Setiap item membutuhkan waktu pembuatan sekitar 1 jam, baik itu tote bag, gelang, maupun ikat rambut. Namun ia tidak mengerjakan semuanya dalam satu hari.

“Biasanya saya buat satu, dua atau tiga saja, itu pun kalau ada waktu luang”, ujarnya, Sabtu (6/12).
Kristin mengungkapkan, dalam proses pengerjaan kerajinan tersebut, tantangan terbesar bagi Kristin adalah pada pengerjaan tote bag.
“Susahnya itu menjahit talinya karena tidak bisa dijahit ke dalam, jadi harus dijahit keluar”, jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa pembuatan ikat rambut memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
“Saya membuat, ikat rambut juga susah karena bagian di menjahitnya agak rumit”, katanya.
Sementara gelang justru menjadi yang paling mudah baginya.
“Kalau gelang, tidak susah karena saya sudah terbiasa membuatnya”, tambahnya sembari tersenyum.
Kristin berharap kedepannya kerajinan tangan yang ia hasilkan semakin berkembang dan memiliki kualitas yang lebih baik. Ia juga ingin hasil karyanya dapat dipasarkan lebih luas.
“Harapan saya, bukan hanya dijual saat pameran kampus saja, tapi juga bisa dijual kepada masyarakat lebih banyak lagi”, harapnya. (*/TOP-02)