Merasa Dirugikan Sebuah Media Online, Maxi Ahoren Layangkan Somasi, Yuliana Numberi Buat Laporan Polisi

Manokwari, TopbNews.com – Calon anggota terpilih Majelis Rakyat Provinsi Papua Barat, Maxi Ahoren menegaskan, pihaknya telah melayangkan somasi kepada media Kasuarinews.id, Sabtu (8/7).

mostbet

Langkah ini diambil mengingat pemberitaan yang dimuat media tersebut yang berisikan ujaran kebencian oleh seorang aktivis perempuan, Yuliana Numberi, tanggal 5 Juli 2023 kepada mantan Ketua MRP Papua Barat, Maxi Ahoren.

“Kami pada saat ini memberikan kesempatan kepada media tersebut untuk segera mengklarifikasikan pemberitaan yang dimuat tersebut. Surat dari kami sudah kami layangkan kepada redaksi tersebut dalam bentuk somasi, yang diterima hari ini, Senin (10/7),” katanya.

Kuasa Hukum Maxi Ahoren, Metusalak Awom, SH, yang dikonfirmasi membenarkan bila kliennya telah melayangkan somasi kepada redaksi media kasuarinews.id.

“Iya benar. Kami sudah layangkan somasi atas pemberitaan di media tersebut yang menurut kami merugikan saudara Maxi Ahoren,” ucapnya.

Dikatakannya, bila sampai dengan batas waktu yang ditentukan tidak ada itikad baik dari media tersebut, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Dalam surat somasi, kami memberi kesempatan kepada oknum jurnalis media online Kasuarinews.id untuk klarifikasi dan minta maaf kepada saudara Maxi Nelson Ahoren dalam jangka waktu 2×24 jam, terhitung tanggal surat ini,” ujarnya.

Dalam surat somasi nomor : 32/Ad.MA/VII/2023 perihal Segera Klarifikasi, termuat 9 pernyataan kurang menyenangkan bagi Maxi Ahoren, yakni : Bermain mata dengan panitia seleksi; Merebut jatah kursi Gereja Masehi; Melakukan siasat busuk; Mempengaruhi panitia seleksi; Tidak pantas karena itu kursi khusus bagi orang Papua; Sikut menyikut; Rakus dan serahkan; Gunakan cara-cara kotor dan licik; serta Menggunakan Gereja untuk nafsu dan birahi pribadi mengumpulkan harta.

Sementara itu, Aktifitas Perempuan sekaligus Tokoh Gereja Advent di Manokwari, Yuliana Numberi yang dikonfirmasi media ini secara terpisah menyatakan, dirinya tidak melontarkan kata-kata berisi fitnah dan ujaran kebencian seperti yang diberitakan media tersebut.

“Saya tidak pernah mengatakan kalimat yang berisi ujaran kebencian, tidak ada bahasa main mata, nafsu birahi seperti diberita itu. Dan itu wawancara sudah sekitar dua minggu lalu,” katanya.

Merasa dirugikan akan pemberitaan tersebut, menyangkut nama baiknya, Yuliana Numberi mengatakan telah membuat laporan polisi yang ditujukan kepada Kasuarinews.id.

“Ada diskriminasi, ketidakadilan terhadap saya. Makanya melalui Penasehat hukum saya, Pice Wondiwoi dan Ronald Mambieuw kami sudah membuat Laporan Polisi tanggal 6 Juli kepada Kasuarinews.id,” jelasnya.

Meski demikian, Yuli Numberi tetap membuka kesempatan bila ada itikad baik dari media tersebut sehingga dapat diselesaikan secara baik.

“Kita ini hidup harus saling memaafkan. Jadi kalau ada itikad baik dari media dan oknum jurnalis yang bersangkutan tentunya saya yang juga merasa dirugikan disini akan tetap menyambut bila dibicarakan dengan baik, karena tidak ada manusia yang luput dari salah,” tandasnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!