Pemkab Manokwari Bongkar Bangunan Terdampak, Tanda Dimulainya Pembangunan RTP

Bupati Manokwari, Hermus Indou saat tandatangan Berita Acara Launching Pembongkaran Bangunan Terkena Dampak Pembangunan RTP (Foto : Marthina/Topbnews.com)

Manokwari, Topbnews.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw bersama Bupati Manokwari, Hermus Indou resmi melaunching Pembongkaran Bangunan yang Terkena Dampak Pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi Manokwari, bertempat di Ex-Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Manokwari, Jumat (16/6).

Pembongkaran ditandai dengan Penandatangan Berita Acara, dilanjutkan dengan merobohkan Ex-Kantor DPKP Kabupaten Manokwari menggunakan alat berat Excavator.

Proses merobohkan bangunan pertama kali dilakukan oleh Pj Gubernur Waterpauw dan Bupati Hermus, yang tampil lengkap dengan rompi dan helm proyek. Aksi pembongkaran selanjutnya dilakukan oleh Kapolda Daniel Silitonga dan Pangdam XVIII Kasuari, Gabriel Lema.

Bupati Manokwari, Hermus Indou menyampaikan, Pembangunan RTP ini adalah salah satu dari 5 Program Strategis Pemda Manokwari, yang disetujui Kementerian PUPR.

“Ini merupakan perjuangan yang tidak mudah, sehingga 5 program strategis ini harus dikawal dengan baik. Terimakasih kepada Pj Gubernur Papua Barat karena telah membantu program strategis di Kabupaten Manokwari untuk mewujudkan 5 proyek strategis dan pelaksanaan pembangunannya pada hari ini terkait dengan beberapa objek yang terdampak dari bangunan,” ungkap Bupati Hermus..

Foto bersama usai Penandatanganan Berita Acara Launching Pembongkaran Bangunan Terkena Dampak Pembangunan RTP (Foto : Marthina/Topbnews.com)

Pada kesempatan itu, Bupati Hermus menjelaskan, untuk rumah yang terdampak pembangunan, Pemkab telah menganggarkan di tahun ini dan akan membangun rumah tipe 70 sebanyak 4 unit guna memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak.

Bupati menyebut, nilai KJPP yang ditawarkan untuk seluruh penilaian aset di Ruang Terbuka Publik Borasi ini adalah sebanyak 68 Miliar.

“Pemerintah Kabupaten Manokwari sudah menyediakan anggaran untuk ganti untung Kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” kata bupati.

Dirinya berharap, pada semester pertama tahun 2024, pembangunan RTP dapat diwujudkan dan Presiden RI yang akan meresmikan 5 Proyek Strategis Kabupaten Manokwari.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw menuturkan, kehadiran Pemimpin di daerah adalah untuk menjawab semua aspirasi dan harapan-harapan yang datang dari masyarakat sebagai suatu amanah yang telah dititipkan.

“Kehadiran kita disini paling tidak ada solusi yang kita harus jawab bersama negara dan pemerintah di pusat terutama sangat mengharapkan anak-anak bangsa yang menjadi agen-agen pembangunan itu bekerja dengan niat tulus yang kemudian niat itu diwujudkan dalam sebuah perencanaan perencanaan dengan norma-norma beserta aturan pemerintahan,” kata Waterpauw.

Pembongkaran Bangunan Terkena Dampak Pembangunan RTP (Foto : Marthina/Topbnews.com)

Ia menjelaskan, sejak ditetapkan 5 Program Strategis untuk pembangunan Manokwari, sudah ada Tim Percepatan yang mengawal program yang ada.

“Saya sudah menunjuk Tim Percepatan untuk rencana pembangunan strategis dimana dari 6 Program Strategis ada 5 program yang diterima oleh kementerian PUPR,” terangnya.

Waterpauw mengajak seluruh unsur, baik Daerah dan Provinsi serta Forkopimda turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

“Mari sama-sama kita bergandengan tangan untuk kemajuan masyarakat yang lebih positif,” ajak Waterpauw.

Turut hadir, Sekda Manokwari, Pj Ketua PKK Provinsi Papua Barat, Ketua PKK Kabupaten Manokwari, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Perwakilan DPR-PB, Kapolresta Manokwari, Dandim 1801 Manokwari, Wakil Ketua DPRD Manokwari, Pengadilan Negeri Manokwari, Ketua Klasis GKI Manokwari, dan seluruh Kepala OPD di Lingkup Pemkab Manokwari.

Penulis : Tesan/Marthina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!