Panitia Pemilihan MRP Papua Pegunungan Diharapkan Maksimal Dalam Tugas

Wamena, Topbnews.com – Panitia Pemilihan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan Periode tahun 2023-2028 diharapkan bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya.

mostbet

Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nickolaus Kondomo menyampaikan, untuk pertama kalinya Panitia pemilihan Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRPP) terbentuk dan dilantik, untuk menyiapkan dan bertanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Majelis Rakyat Papua Pegunungan merupakan lembaga presentasi, khususnya orang Papua dalam Hak-hak orang asli Papua, serta Pemilihan Adat istiadat dan penetapan kerukunan dilakukan dari hasil musyawarah baik dari agama dan perempuan, jadi saya harap agar selalu bertanggungjawab atas apa yang sudah diberikan, mari kita bekerja dengan hati untuk membangun Papua Pegunungan,”ucapnya usai melantik MRP Pegunungan di Wamena, Selasa (12/4).

Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip, saat ditemui usai kegiatan menyampaikan selamat kepada panitia MRPP yang resmi dilantik.

“Semoga Majelis Rakyat Papua Pegunungan yang terpilih sebagai anggota nantinya dapat mengakomodasi pikiran masyarakat asli Papua Pegunungan dan membangun Papua Pegunungan semakin maju dan berkembang,” ujar Dandim 1702/JWY.

Panitia Pemilihan MRP Papua Pegunungan yang baru dilantik adalah Wasuok Demianus Siep (Asisten I Bidang Pemerintahan), Elay Giban (Asisten II Bidang Perekonomian), Alpius Yigibalom (Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Papua), Yohanes Tabuni (Dosen STMOK Agamua Wamena) dan Jimi Asso (Tokoh Masyarakat).

Turut Hadir, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, Sekda Jayawijaya Toni M. Mayor, Wakapolres Jayawijaya Kompol Muh. Nur Bakti, Wadan Lanud Wamena Letkol Adm Yotam Djalima, Wadanyon 756/WMS Mayor Inf I wayan budi santosa, Ketua DPRD Jayawijaya Matias Tabuni, Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga, Asisten I Gubernur Papua Pegunungan, Wasouk Demianus Siep.

Penulis : Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!