
Manokwari, TopbNews – Masyarakat Suku Besar Kuri Wamesa menyatakan dukungannya kepada Paulus Waterpauw untuk kembali melanjutkan jabatan sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat.
Dukungan ini dibacakan perwakilan pemuda, Tuti Achmud Werepi di hadapan Pj Gubernur Papua Barat, dalam Acara Buka Puasa Bersama Masyarakat Kuri Wamesa dalam rangka Silahturahmi Menuju Mubes III Masyarakat Kuri Wamesa, Sabtu (8/4).
Tuti Werepi didampingi 10 pemuda-pemuda yang naik diatas panggung setelah diminta Ketua Panitia Mubes III Kuri Wamesa, Dominggus Urbon.
“Para pemuda ini meminta waktu untuk mereka menyampaikan aspirasi mereka,” Ujar Dominggus Urbon disambut tepuk tangan para hadirin.
Salah satu poin pernyataan dukungan yang dibacakan adalah, mereka menilai Pj Gubernur Paulus Waterpauw telah membawa perubahan lewat Kebijakan strategis dan terobosan-terobosan yang dilakukan.
“Umat Muslim dari masyarakat hukum adat suku besar Kuri Wamesa, Tokoh Masyarakat, dan Pemuda, Pelajar serta Mahasiswa muslim Kuri Wamesa ingin menegaskan komitmen dan dukungan kami kepada orangtua, Kaka kami, Paulus Waterpauw untuk melanjutkan kepemimpinannya yang telah membawa perubahan di tanah Doberai maupun Bomberai,” ucapnya.
Tuti melanjutkan, untuk membangun Tanah Papua khususnya Provinsi Papua Barat dibutuhkan kebijakan strategis atau terobosan-terobosan baru agar terjadi lompatan percepatan pembangunan di segala aspek baik itu aspek kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, aspek daya saing maupun lainnya. Karena itu dibutuhkan karakter kepemimpinan yang kuat, humanis, peka dan responsif terhadap sejumlah masalah atau kendala- kendala yang ada dilapangan untuk dieksekusi segera.
“Kepemimpinan yang amanah dan responsif telah membawa perubahan baik di level pelayanan birokrasi maupun pembangunan dan kemasyarakatan sehingga kita semua boleh merasakan hadirnya perubahan,” ucapnya.
Secara terpisah, Ketua Panitia Mubes III Kuri Wamesa, Dominggus Urbon menyampaikan, dukungan tersebut merupakan spontanitas dari beberapa komponen antara lain dari Muslim Kuri-Wamesa, dari kelompok pemuka-pemuka adat dan pemuka agama serta dari pemuda pelajar dan mahasiswa baik Kaimana, Fakfak dan Bintuni.
“Mereka menyatakan dukungan agar kaka Paulus Waterpauw sekaligus kita punya orang tua untuk bisa melanjutkan lagi jabatan Pj Gubernur periode kedua, karena beliau sudah menunjukkan keberhasilannya di periode pertama dan dia juga sudah menunjukkan Bagaimana dedikasi dengan perubahan-perubahan yang begitu cepat dan juga dipercaya akan membangun merubah wajah Manokwari sebagai ibukota provinsi Papua Barat” ucapnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Paulus Waterpauw mengungkapkan, sejak dipercayakan presiden dan dilantik Mendagri menjadi pejabat Gubernur Papua Barat pada tanggal 12 Mei 2022 di gedung Sasana Bakti Praja Kemendagri sejak itulah dirinya diberi amanah dan tanggungjawab besar sebagai Wakil pemerintah pusat untuk melanjutkan tujuan pembangunan nasional di Tanah Papua.
“Pelaksanaan pembangunan daerah Papua Barat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kerangka pembangunan nasional dalam pelaksanaannya dan Pembangunan Daerah harus sinergi dan mendukung pencapaian target pembangunan nasional sehingga dapat diwujudkan tujuan bernegara,” kata Waterpauw.
Waterpauw menyebut bahwa selama 11 bulan menjabat terdapat beberapa perubahan yang boleh dirasakan dampaknya di tengah masyarakat dimana dalam kunjungan kerja pertama di Kabupaten Manokwari pihaknya langsung membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Manokwari dan berhasil merealisasikan 5 dari 6 usulan rencana strategis percepatan pembangunan Manokwari.
“Alih trase jembatan layang yang menghubungkan Rendani ke Pantai Wosi, Penambahan runway Bandara Rendani secara bertahap 2.500-3000 M, Pembangunan alihterasi jalan dari jalan Esau Sesa ke Hotel Fujita, Pembangunan Pasar Sanggeng 4 lantai, Ruang terbuka Publik Borasi, dan Jembatan Pepera 1969 yang menghubungkan Anggrem dan Sanggeng,” bebernya.
Pihaknya mendukung upaya-upaya aktualisasi orang asli Papua agar menjadi tuan di negerinya sendiri tanpa tersekat masalah primordialisme antar suku dan mengedepankan pluralisme suku-suku dan hal ini selaras dengan tema mubes ketiga yaitu melihat ke belakang dan melangkah maju ke depan untuk membangun pluralisme orang asli Papua melalui restorasi dan reformasi adat dalam pembangunan Papua di NKRI.
Waterpauw mengapresiasi Panitia Mubes III Suku Besar Kuri Wamesa khususnya pada Ketua Pelaksana Dominggus Urbon, juga pemilihan tempat Mubes di Teluk Bintuni sebagai tempat terbesar penyebaran suku Kuri Wamesa selain Fakfak, Kaimana, Wondama dan sebagainya.
“Kembali ke kampung ,kita kembali ke tanah semoga Mubes III Suku Besar Kuri Wamesa menghasilkan blue print terhadap kemajuan anak bangsa khususnya dari Suku Besar Kuri Wamesa,” tutup Waterpauw.
Penulis : Tesan