Stunting di 9 Kabupaten di Papua Masih Tinggi

BKKBN Provinsi Papua libatkan para pelajar, duta genre, hingga influencer melakukan kampanye percepatan penurunan stunting di Kota Jayapura, Papua. (Foto: NT/TopbNews)

Jayapura, TopbNews – Angka prevelensi stunting di 9 kabupaten di Papua masih tinggi. Catatan BKKBN Provinsi Papua, ada dua kabupaten dengan tingkat prevelensi tertinggi, yakni Mamberamo Raya dan Supiori. Nerius merinci, dari 9 kabupaten atau kota di Papua, Kabupaten Supiori dengan kenaikan 10,5 persen, Mamberamo Raya 6,5 persen, Asmat 16,4 persen, dan Tolikara 21,2 persen,” rincinya.

mostbet

“Kemudian untuk Provinsi Papua Selatan yakni di Kabupaten Asmat pada tahun 2021 angka stunting turun, tetapi pada tahun 2022 naiknya dengan sangat luar biasa,” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Nerius Auparay di Hotel Horison Ultima Entrop, Senin (27/2).

Kemudian di Kabupaten Nduga alami kenaikan 11,4 persen, Yahumiko 9,7 persen, Paniai 13,1 persen, Puncak Jaya 9,2 persen, dan Mimika 1,5 persen.

Sementara berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) , Nerius mengatakan, angka prevalensi stunting di Provinsi Papua naik 5,1 persen dari yang sebelumnya yakni 29,5 persen pada tahun 2021 dan pada tahun 2022 naik menjadi 34,6 persen.

“Melihat angka prevalensi stunting yang masih tinggi di Provinsi Papua, termasuk di 3 DOB Papua untuk itu berbagai upaya dilakukan. Salah satunya adalah kampanye percepatan penurunan stunting,” katanya.

Nerius menjelaskan, kampanye percepatan penurunan stunting tersebut difokuskan pada asupan gizi ekslusif terutama dari protein hewani dalam hal ini ikan. Pihaknya berharap melalui kampanye penurunan stunting, peserta yang hadir baik dari duta genre, pelajar atau mahasiswa, media hingga para influencer dapat turut serta andil sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk mensosialisasikan terkait asupan gizi ekslusif guna penurunan stunting.

“Kita harapkan supaya ke depannya, angka prevalensi stunting di Provinsi Papua harus turun dan jangan naik karena kita menginginkan penyiapan generasi yang berkualitas,” jelas Nerius.

Sementara mewakili Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Yusuf Wally mengatakan salah satu program mereka adalah kampanye Gemar Makan Ikan. Melalui kampanye ini, diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat mengonsumsi ikan karena memiliki memiliki kandungan protein yang tinggi. “Diharapkan dengan program gemar makan ikan yang telah digalakkan sejak 2004 hingga saat ini dapat menekan angka stunting bagi anak-anak dan ibu hamil dengan asupan gizi dari protein hewani yakni ikan,” ungkapnya lagi. (*)

Penulis: Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!