
Manokwari, TopbNews.com – Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, memimpin penanaman dan panen raya jagung bersama petani di Kampung Macuan SP5, Distrik Manokwari Utara, Rabu (20/8/2026).
Kegiatan ini merupakan implementasi Polri dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan.
Wakapolda menyampaikan penanaman bibit jagung label kuning dimulai 3 bulan lalu sebagai penangkaran benih. Kini memasuki masa panen di lahan seluas 3 hektare.
“Hari ini kita tidak hanya bicara swasembada pangan, tetapi juga swasembada bibit. Targetnya kebutuhan bibit untuk seluruh Papua Barat bisa dipenuhi dari daerah sendiri. Tidak ada lagi kesulitan datangkan bibit dari Makassar atau Jawa,” tegas Wakapolda.

Ia menjelaskan pada tahap penyemaian telah didistribusikan 3 ton bibit jagung. Ke depan, Dinas Pertanian Provinsi diminta mengajukan kebutuhan bibit, pupuk dan alsintan ke Kementan dengan data CPCL yang rapi.
Wakapolda juga mengajak Kadistan kabupaten/kota menggelar temu lapang agar konsep penangkaran bisa diterapkan di beberapa daerah. Sehingga pemenuhan bibit tidak hanya bertumpu di Manokwari.
Hasil panen kali ini akan didistribusikan gratis untuk memenuhi kebutuhan kabupaten di Papua Barat. Pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada Perum Bulog.
Sebagai penanggung jawab, Wakapolda menunjuk Dansat Brimob, Satgas Ketahanan Pangan Polda Papua Barat, dan Karo SDM untuk mengawal program.
“Panen ini punya nilai edukatif dan output nyata. Ini semangat baru meningkatkan produksi jagung yang dibebankan kepada Polri di Papua Barat. Mari jadikan ikatan moral bersama demi suksesnya swasembada pangan dan bibit,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Trihadi Kuncahyo, mengatakan kegiatan ini bukti sinergitas Polri, Pemda, BRMP, Bulog dan kelompok tani dalam mendukung kemandirian pangan.

“Kami berharap ilmu teknis panen, sortir dan pasca panen diserap Gapoktan, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Kegiatan ditutup panen jagung secara seremonial. Suasana berlangsung aman, tertib dan penuh keakraban antara Polri dan petani. (*/TOP-01)