Status Diturunkan ke Transisi Darurat, Sekolah di Jayapura Kembali Dibuka

Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey saat memberi keterangan Pers. Pemerintah menurunkan status tanggap darurat pascagempa menjadi masa transisi darurat sejak Rabu (22/2) hingga 2 bulan ke depan. (Foto: Natalia/ TopbNews.com)

Jayapura, TopbNews- Dua pekan setelah gempa bumi yang menguncang Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura akhirnya menurunkan status tanggap darurat menjadi transisi darurat. Status transisi ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan, terhitung sejak 22 Februari 2023.

mostbet

Dengan perubahan status ini, maka sekolah-sekolah yang sebelumnya melakukan belajar secara daring, maka mulai Kamis (23/2) sekolah kembali dibuka.

 “Satgas tanggap darurat telah bekerja, mendata dan menyisir selama 13 hari sejak 9 Februari. Juga melihat data gempa setiap hari dari BMKG yang masih fluktuatif tapi sejak 3 sampai 4 hari terakhir relatif menurun. Juga kekuatan gempanya yang menurun terus,  juga warga yang sebelumnya ada di tenda-tenda dan telah kembali ke rumah,” kata Frans Pekey, Penjabat Walikota Jayapura, Rabu (22/2) siang.

Dari sejumlah pertimbangan dan masukan sejumlah pihak pemerintah akhirnya memutuskan menurunkan status dari tanggap darurat menjadi transisi darurat.

Pekey menegaskan, selama masa transisi perlindungan terhadap mereka yang terdampak langsung tetap dilakukan. Seperti layanan kesehatan dan pengumpulan data kerusakan rumah, gedung perkantoran terus dilakukan. Selain itu, komunikasi dan koordinasi antar pihak tetap dilakukan.

“Misalnya yang retak-retaknya ringan, ataupun objek vital seperti jalan, jembatan, jerambah yang rusak, putus, longsor pada masa transisi ini kita perbaiki. Atau dengan kata lain perbaikan yang mudah dalam waktu yang cepat,” ujar Pekey.

Sementara untuk sekolah menurut Pekey, diputuskan untuk belajar tatap muka. “Kelas 6, 9 dan 12 jelang masa ujian tidak terganggu. Khusus sekolah-sekolah yang fasilitas ruanganya retak atau terdampak, sekolah yang bersangkutan agar dapat mengaturnya,” tambahnya sembari mengimbau warga tetap siaga. Terutama yang tinggal di wilayah lereng. (*)

Penulis: Natalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!