
Manokwari, TopbNews.com — Insiden kekerasan antar siswa terjadi di SMA Taruna Kasuari, Papua Barat, yang melibatkan siswa kelas XI terhadap siswa kelas X. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam, dan menyebabkan delapan korban harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Angkatan Laut.
Menanggapi kejadian ini, tokoh masyarakat Markus Waran menyampaikan kekecewaannya secara langsung di hadapan Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, saat kunjungan ke lokasi sekolah.
Ia menilai insiden tersebut dipicu oleh lemahnya sistem keamanan di lingkungan sekolah.
“Kami minta perhatian serius dari pemerintah, khususnya DPR, agar persoalan keamanan di sekolah ini segera dibenahi. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang”, tegas Markus Waran.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan untuk menyiapkan dukungan anggaran guna meningkatkan fasilitas dan keamanan sekolah.
“Kami akan perintahkan secara langsung terkait kebutuhan yang ada. Persoalan ini berkaitan dengan anggaran, sehingga akan kami dorong melalui program pendidikan dari pemerintah daerah”, ujar Syamsudin.

Ia juga menambahkan bahwa kasus ini akan menjadi bahan evaluasi bagi DPRP dalam menentukan kebijakan anggaran ke depan, terutama untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman bagi para siswa.
“Jika memang akar persoalannya adalah kurangnya keamanan, maka ini akan menjadi standar evaluasi kami. Kami akan melakukan langkah melalui politik anggaran untuk mengatasi hal tersebut”, tambahnya.
Pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang dan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan kondusif. (*)
Penulis : Rian Lahindah