
Bintuni, TopbNews.com – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Husein Alhamid, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan memperkokoh pondasi spiritual masyarakat.
“MTQ bukan sekadar perlombaan seni membaca Al-Qur’an, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi dan memperkokoh pondasi spiritualisme masyarakat kita”, ujarnya pada pelaksanaan MTQ ke-XI tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2026, Sabtu (4/4).
Ia menilai tema MTQ tahun ini, yakni “Mewujudkan Masyarakat Religius yang Serasi dengan Nilai Al-Qur’an dan Kearifan Lokal”, memiliki makna yang sangat mendalam.
Tema tersebut, kata dia, mengingatkan bahwa kehidupan beragama harus berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya lokal.
“Al-Qur’an adalah pedoman universal, sementara kearifan lokal seperti kekeluargaan dan toleransi menjadi wadah tempat nilai-nilai itu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari”, jelasnya.
Menurutnya, MTQ harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mahir membaca ayat suci, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepada para peserta, Husein Alhamid memberikan tiga pesan penting. Pertama, memberikan yang terbaik dengan menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.
Kedua, menjaga sportivitas dan menjadikan MTQ sebagai sarana belajar, bukan semata-mata untuk meraih kemenangan.
Ketiga, menjadi duta Al-Qur’an setelah kegiatan berakhir.
“Jadilah teladan di lingkungan masing-masing dan tampilkan wajah Islam yang sejuk serta bersahabat”, pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XI.
Husein berharap, melalui ajang ini akan lahir qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Teluk Bintuni, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Semoga dari panggung MTQ ini lahir generasi Qur’ani terbaik yang akan membawa nama Teluk Bintuni ke tingkat yang lebih tinggi”, pungkasnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan