Ujian SMK Negeri 2 Kemaritiman Serui Resmi Digelar, Peserta Menginap Karena Cuaca Ekstrem

Yapen, TopbNews.com – SMK Negeri 2 Kemaritiman Serui di Kampung Yarori, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, resmi melaksanakan ujian sekolah bagi siswa kelas akhir selama tiga tahun di bangku sekolah menengah kejuruan, Senin (9/3/2026).

Ujian tersebut dibuka secara langsung oleh Tim Monitoring dari Bidang SMA/SMK, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kepala SMK Negeri 2 Kemaritiman Serui, Agoeng Karyanto menyampaikan bahwa, pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan ujian dengan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.

Ia mengatakan, jumlah peserta ujian sekolah tahun ini sebanyak 10 siswa yang terbagi dalam dua kompetensi keahlian.

“Enam siswa berasal dari jurusan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (AP), sementara empat siswa lainnya berasal dari jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)”, kata Kepsek.

Menurutnya, meskipun jumlah peserta tidak banyak, pihak sekolah tetap berupaya memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian hingga selesai dan memperoleh hasil yang maksimal.

“Harapannya seluruh peserta dapat mengikuti ujian sampai selesai dan mendapatkan hasil yang maksimal”, ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ujian sekolah menjadi indikator penting untuk melihat sejauhmana capaian belajar siswa selama menempuh pendidikan di SMK.

Dari hasil tersebut, lanjutnya, siswa diharapkan memiliki bekal yang cukup baik untuk melanjutkan ke dunia kerja maupun ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Sekolah, Bertus M Swabra menjelaskan bahwa, pelaksanaan ujian tahun ini masih menggunakan sistem tertulis.

Ujian dilaksanakan selama lima hari dengan memanfaatkan dua ruangan kelas yang telah disiapkan sebagai tempat pelaksanaan ujian.

Untuk menjaga kelancaran dan ketertiban pelaksanaan ujian, panitia juga menugaskan sebanyak 10 orang guru sebagai pengawas selama proses ujian berlangsung.

Kendati begitu, panitia mengakui terdapat tantangan tersendiri dalam pelaksanaan ujian sekolah di SMK Negeri 2 Kemaritiman Serui. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah pesisir.

Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang laut sering terjadi, sehingga para siswa diwajibkan bermalam dan tinggal sementara di kompleks sekolah selama ujian berlangsung.

“Cuaca ekstrim yang tidak menentu menjadi kendala. Sehingga kami mewajibkan peserta ujian bermalam dan tinggal di kompleks sekolah selama ujian berlangsung”, tambahnya.

Meski demikian, pihak sekolah tetap optimistis pelaksanaan ujian sekolah dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (*/TOP Kontri02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!