Serahkan Barang Bukti, Keluarga Korban Berdarah di Pelabuhan Biak Datangi Polda Papua

Jayapura, TopbNews.com – Keluarga korban insiden berdarah Pelabuhan Biak menyerahkan bukti baru ke Mapolda Papua, Senin (5/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses hukum dan memastikan seluruh fakta di balik peristiwa 22 Desember 2025 tersebut terungkap secara transparan.

Pihak keluarga menilai proses hukum yang berjalan saat ini tidak profesional dan mengabaikan fakta-fakta objektif di lapangan. Mereka mendesak Polda Papua mengambil alih atau mengawasi ketat kasus ini demi kepastian hukum.

Perwakilan keluarga korban, William Msen, menjelaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menyerahkan bukti pendukung tambahan berupa dokumen dan rekaman video yang merekam kejadian dari awal hingga terjadinya pembunuhan.

“Kami datang bersama tim pengacara, korban penikaman yang selamat, dan saksi mata. Kami menyerahkan video yang merekam jelas peristiwa dari awal hingga pembunuhan itu terjadi. Kami secara tegas menyatakan tidak sepakat dengan rilis kronologi dari Polres Biak”, ujar William di Mapolda Papua.

William menambahkan bahwa pernyataan Kasat Reskrim Polres Biak dalam rilis sebelumnya dianggap sangat menyudutkan pihak keluarga korban.

“Kronologi itu merugikan kami. Itulah alasan kami datang ke Polda untuk mencari keadilan yang sebenarnya”, tegasnya.

Selain masalah kronologi, keluarga juga menyoroti adanya pelaku lain yang masih berkeliaran. William menyebut masih ada sekitar lima orang yang diduga terlibat namun belum tersentuh hukum.

“Kami meminta polisi segera menangkap pelaku lainnya. Terutama dugaan otak dari pembunuhan ini yang berinisial SS. Informasi yang kami terima, dia sudah berada di kota setelah sebelumnya di Kepulauan Mapia, namun seolah ada pembiaran dan tidak dimintai keterangan”, Ungkap William

Di tempat yang sama, kuasa hukum keluarga korban, Robinar Panggabean, menegaskan bahwa bukti-bukti baru yang diserahkan menunjukkan indikasi adanya perencanaan dalam serangan tersebut.

“Harapan keluarga adalah pengembangan kasus. Berdasarkan rekaman video, saat korban memasuki pelabuhan, sudah ada sekelompok orang yang menunggu dengan kendaraan berisi senjata tajam. Ini bukan sekadar keributan biasa”, kata Robinar.

“Ini adalah pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Kami meminta penyidik melihat sifat dari kejadian ini, apakah direncanakan atau tidak. Mengingat ada korban jiwa, keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya”, tambahnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!