Polresta Manokwari Gelar Operasi Pelanggaran Kasat Mata, di Lampu Merah Haji Bauw

Manokwari, TopbNews.com – Satuan Lalu Lintas Polresta Manokwari melakukan Operasi Pelanggaran Kasat Mata di lampu merah Haji Bauw, Rabu (7/1). Kegiatan ini digelar sebagai upaya menekan meningkatnya angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di wilayah Manokwari.

Kasubbid 2 Turjawali atau Patwal, Chris Subiantoro, mengatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan karena masih banyak ditemui pelanggaran di jalan raya.

“Ini namanya pelanggaran kasat mata. Manokwari sudah beberapa tahun kemarin, angka kecelakaan meningkat, kalau mau dikatakannya ya 85% lah”, ujarnya.

Ia menegaskan bahwa patroli dilakukan setiap hari, baik pagi, sore, maupun malam, termasuk penertiban balap liar di kawasan AMD dan Jalan Trikora Wosi.

Chris menjelaskan bahwa disiplin pengendara harus dimulai dari kesadaran masing-masing.

“Namanya musibah kan kita nggak minta-minta. Disiplin itu pertama dari lampu merah. Tapi di Manowkari rambu lalu lintas saja dilanggar”, katanya.

Banyak pengendara yang diberhentikan karena tidak memakai helm, tidak membawa surat-surat, hingga kelengkapan kendaraan yang tidak lengkap. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan agar masyarakat Manokwari lebih tertib berlalu lintas.

Berdasarkan pengawasan melalui CCTV Samsat, pelanggaran lalu lintas di Manokwari bisa mencapai lebih dari 2.000 pelanggaran per jam.

“Pengendara roda dua banyak yang nggak pakai helm, spion nggak ada. Roda empat sampai roda enam sabuk pengaman jarang dipasang”, jelas Chris.

Ia juga menyoroti seringnya pelanggaran di Jalan Pasir yang telah ditetapkan sebagai jalur satu arah dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIT, namun tetap dilanggar meskipun sudah ada rambu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa alasan pelanggar pun beragam, mulai dari terburu-buru hingga merasa hanya menempuh jarak dekat.

“Aduh Pak, cuma dari sini ke situ saja,” menjadi alasan umum yang diterima petugas. Meski begitu, Chris menegaskan bahwa wilayah patroli mereka tidak dibatasi. “Patroli nggak ada batasnya sampai di mana. Sepanjang kasat mata kita melihat pelanggaran, kita tegur. Jangan lupa senyum, sapa, salam itu wajib”, tegasnya.

Menutup keterangannya, Chris berharap masyarakat Manokwari dapat lebih tertib dalam berlalu lintas di tahun yang baru ini. Ia juga menyoroti maraknya balap liar dan mengimbau anak muda memanfaatkan sirkuit yang sudah tersedia.

“Balap liar mengganggu aktivitas kendaraan lain. Kemarin saja di tikungan Mandalika ada tabrakan sampai ada yang meninggal”, ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan operasi kasat mata akan terus dilakukan setiap hari, kecuali hari libur, dan rutin setiap malam Minggu. (*/TOP-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!