Wabup Manokwari Lepas Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2025: Perkuat Riset, Pemetaan, dan Arah Pembangunan Kawasan Prafi

Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari resmi melepas Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2025 yang telah melaksanakan riset dan pemetaan kawasan transmigrasi selama hampir empat bulan di Distrik Prafi, Masni, Sidey, dan Manokwari Utara.

mostbet

Pelepasan tersebut berlangsung di ruang sasana karya Kantor Bupati Manokwari, dalam kegiatan penutupan Ekspedisi Patriot Transmigrasi yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, akademisi, dan para pemangku kepentingan terkait, Kamis (4/12).

Dalam sambutan yang mewakili Pemerintah Kabupaten Manokwari, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi besar atas keterlibatan para peneliti muda dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Cenderawasih (UNCEN) yang telah menjalankan riset lapangan secara intensif sejak 1 September hingga 1 Desember 2025.

“Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat hadir bersama dalam kegiatan penting ini, yaitu pelaksanaan Ekspedisi Patriot Transmigrasi di kawasan transmigrasi Prafi”, ujarnya membuka sambutan.

Wabup menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Transmigrasi untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan riset dan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Momentum ini bukan hanya menjadi bagian dari agenda nasional, tetapi juga langkah strategis bagi pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat”, katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi memiliki lima program unggulan Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong yang dirancang untuk memperkuat legalitas lahan, pemanfaatan potensi lokal, peningkatan SDM, serta pengembangan komoditas unggulan.

“Program Trans Patriot merupakan program strategis yang melibatkan generasi muda dan para akademisi. Kehadiran tim ekspedisi di Manokwari adalah bukti nyata kolaborasi dalam membangun kawasan transmigrasi berbasis riset dan data ilmiah”, jelasnya.

Wabup memberikan apresiasi kepada lima tim yang ditempatkan di empat distrik kawasan transmigrasi. Menurutnya, riset yang dilakukan telah menghasilkan pemetaan potensi wilayah, komoditas unggulan, serta rekomendasi pembangunan yang dibutuhkan pemerintah daerah.

“Riset sejak September hingga Desember ini merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah. Data dan rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi dukungan bagi perencanaan kebijakan, investasi, dan pengembangan ekonomi unggulan”, tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Kawasan Transmigrasi Prafi telah ditetapkan sebagai kawasan prioritas nasional melalui Keputusan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Nomor 132 Tahun 2019 sehingga memerlukan perencanaan yang berbasis data kuat.

Di akhir sambutannya, Wabup mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sinergi demi kemajuan Manokwari.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, Jolanda Herlani Kwa, turut memberikan laporan lengkap terkait pelaksanaan Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2025.

Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa tim ekspedisi yang berjumlah 20 mahasiswa dari ITB dan UNCEN serta dipimpin lima dosen ITB tiba pada akhir Agustus 2025. Mereka disambut dan ditempatkan langsung oleh Kepala Distrik di lokasi masing-masing.

“Selama kurang lebih tiga bulan tinggal di kawasan transmigrasi, tim tidak hanya melakukan riset, tetapi juga sosialisasi dan praktik lapangan mengenai potensi serta tantangan transmigrasi”, ungkapnya.

Ia menyebut berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan sarana, hingga dinamika sosial masyarakat, namun seluruh tim mampu melewatinya dengan baik.

“Walaupun tantangan tidak sedikit, tim ekspedisi Patriot mampu melaksanakan pemetaan dan riset dengan sangat baik. Banyak data dan informasi baru yang sangat berguna bagi pemerintah daerah”, ucapnya.

Yolanda menegaskan bahwa hasil riset tersebut akan menjadi bahan pertimbangan penting terutama bagi Disnakertrans dan perangkat daerah lainnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing, yakni Muhammad Yudhistira Azis, M.Si. Dr. Ir. Rijanti Rahaju Maulani, SP., M.Si. Dr. Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, M.Sc. apt. Yangie Dwi Marga Pinanga, M.Sc., Ph.D. Dr. Syarif Hidayat, S.T., M.T.

“Atas komunikasi dan koordinasi yang baik antara tim ekspedisi, para dosen pembimbing, Disnakertrans Manokwari, para kepala distrik, serta perangkat daerah lainnya, kegiatan ini dapat berjalan lancar”, ujarnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!