
Manokwari, TopbNews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marten Rentepampang, menyampaikan data HIV sesuai dengan kinerja periode bulan Januari hingga bulan November Tahun 2025 menunjukan ada cukup banyak kasus baru. Pasalnya, data tersebut didapatkan melalui hasil turlap screening teman-teman di Puskesmas yang menjangkau kelompok masyarakat dan komunitas.
Menurutnya, kondisi ini kembali kepada perilaku setiap orang. “Kalau dia merasa bahwa HIV itu berbahaya, maka minimal dia harus bisa membentengi dirinya sendiri, proteksi dirinya. Kalau dia tahu bahwa itu berisiko, maka yang harus dilakukan apa? Kita sudah cukup banyak melakukan sosialisasi sebenarnya kaitannya dengan HIV, tinggal masyarakatnya saja,” ucap Kadis Kesehatan ditemui awak media, Kamis (4/12/2025).
Presentasi jumlah pasien pengidap HIV memang diakui Kadinkes tidak disebutkan, tetapi kasus yang ditemukan kurang lebih enam ratusan dari Januari sampai November.
Melihat data sebelumnya, memang ada peningkatan. “Harusnya kasus baru itu jangan sampai ada peningkatan begitu, karena media sudah sangat membantu kita dalam sosialisasi, tenaga kesehatan pun juga sudah melakukan secara langsung ke masyarakat. Jadi harusnya pemahaman di masyarakat itu lebih mereka pegang, karena penyakit ini berbahaya dan sangat membahayakan diri sendiri bahkan orang lain,” jelasnya.
Marten menambahkan jika perilaku seseorang tidak mencerminkan pemahaman yang benar, maka pasti akan ada peningkatan karena penularan akan terus terjadi. Menurutnya, langkah kunci kembali pada pemahaman. Ia juga mencontohkan seseorang bisa saja punya iman, tetapi ketika ada kesempatan dan tidak bisa mengambil keputusan yang benar, maka hal berisiko itu tetap akan dilakukan.
“Contohnya begini ya, saya mau melakukan sesuatu yang di luar. kalau ada kesempatan, ada waktu, pasti dia lakukan. Dan tidak terkontrol oleh orang lain, pasti dia lakukan. Ini kembali ke pribadi. Mungkin kalau dari sisi iman ya, iman seseorang itu yang akan membentengi dirinya. Tapi kemudian dia punya iman, tapi kemudian ada kesempatan dan dia tidak bisa mengambil keputusan yang benar bahwa saya tidak bisa melakukan ini, maka pasti akan terjadi,” sebutnya mencontohkan.
Ia berharap semakin banyak kasus ditemukan, semakin jelas pemetaannya, sehingga langkah-langkah strategis dalam pengendalian dan penanganannya juga akan sangat jelas. Namun, jika masyarakat tidak mengikuti imbauan, perkembangan kasus akan selalu meningkat. “Jadi kembali ke masyarakatnya lagi,” tutupnya. (TOP-03)