
Kota Jayapura, TopbNews.com – Usai melaksanakan kegiatan Turun Kampung (Turkam) bersamaan dengan program 100 hari kerja Walikota di 14 kampung beberapa waktu lalu, Walikota Jayapura mengantongi pernyataan sikap yang disepakati dan ditandatangani para kepala suku, ondoafi, tokoh masyarakat dan masyarakat yang ada di 10 kampung adat serta 4 kampung administratif.
Dalam pernyataan sikap masyarakat, mereka meminta selama masa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota harus ada pembangunan yang merata yang dirasakan masyarakat dengan penuh rasa aman dan nyaman.
Karena itu, Pemkot akan mengusulkan Pernyataan sikap serta dukungan Ke-Ondoafi-an 14 Kampung dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) untuk di bahas oleh DPRD Kota Jayapura.
Para Ondoafi, Kepala Suku, Tokoh Masyarakat telah mengeluarkan empat pernyataan sikap meliputi :
- Mendukung penuh segala program dan kebijakan Pemerintah Kota Jayapura dalam membangun dan mensejahterakan Kota Jayapura.
- Tidak Akan melakukan kegiatan palang- memalang dan melakukan aksi Demonstrasi selama kepemimpinan Bapak Abisai Rollo selaku Walikota Jayapura Perode 2025-2030.
- Bersedia menyerahkan Asset atau lokasi yang berpotensi wisata untuk dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura dengan ketentuan prosentase bagi hasil keuntungan akan di atur kemudian.
- Segala hal bentuk yang menjadi kebutuhan masyarakat Adat, akan terlebih dahulu dikoordinasikan kepada Walikota Jayapura.
Hal ini diungkapkan Walikota Jayapura, Abisai Rollo didampingi Ondoafi Kayu Pulo, Nikolaus Youwe dan Plt Sekda Kota Jayapura, Muchlis Karim di kediaman Walikota di Kotaraja, Minggu 2 November 2025.
Dalam Jumpa Pers yang digelar, Abisai Rollo mengekspose pernyataan sikap 10 kampung adat di wilayah Port Numbay ini untuk diketahui masyarakat.
“Saya ingin supaya Kota Jayapura akan menjadi lebih baik kedepan. Maka pertama harus diciptakan rasa damai, aman dan nyaman. Itulah sebabnya masyarakat dari 14 kampung adat ini memberikan dukungan. Mereka ingin kampung adat, dibangun lebih baik kedepan,” katanya kepada awak media.
Dia menyebut ketika tercipta rasa aman, maka minat para investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi semakin banyak dan datang membangun kota ini.
Tidak ada Lagi Palang dan Demo

Dalam kesempatan tersebut, Abisai Rollo berharap, ketika telah di ekspose pernyataan sikap dari para kepala suku, Ondoafi, Tokoh masyarakat dari masing-masing kampung adat yang ada di Port Numbay, masyarakat dapat mengetahuinya.
“Maka hari ini (Minggu, 2 November 2025) pernyataan yang mereka buat untuk mendukung program kerja Walikota kedepan saya eksposkan Pernyataan itu dari 14 kampung untuk diketahui oleh seluruh masyarakat dikota Jayapura,” ucapnya.
Kedepan, jika ada persoalan kita ubah, aksi demo atau aspirasi akan di ubah dengan cara berdialog.
“Kalau ada masalah bawa saja dan nanti walikota akan memfasilitasi. Apakah itu persoalannya dengan pemerintah provinsi Papua, pemerintah pusat atau dengan swasta kami akan memfasilitasi menghubungkan penyelesaiannya. Jadi tidak lagi dalam bentuk aspirasi yang berupa demo atau aksi palang memalang ,” terangnya.
ABR sapaan akrabnya kembali berharap apa yang telah disampaikan melalui media , ekspose pernyataan sikap dan dukungan dari Para Kepala Suku, Ondoafi, Tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakat yang ada di 14 kampung dapat mentaatinya.
Kedepan direncanakan pernyataan sikap yang telah disepakati dari 14 kampung ini, akan dilihat jika sesuai dengan regulasi dan aturan, maka akan dibuat menjadi sebuah Peraturan Daerah Kota Jayapura.
“Apabila aturannya berkehendak untuk bisa menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura. Maka ini akan di proses selanjutnya sesuai dengan regulasi yang berlaku dijadikan Peraturan Daerah Kota Jayapura,” pungkasnya.
Ini Pernyataan Sikap Yang Terhormat

Ondoafi Kayo Pulo, Nikolas Youwe, yang mendampingi Walikota dalam ekspose Pernyataan 14 Kampung menegaskan bahwa dokumen tersebut lebih dari sekadar dukungan, tetapi merupakan fondasi moral bagi kemitraan ke depan.
“Yang ingin saya sampaikan adalah, pernyataan-pernyataan ini adalah bentuk upaya untuk menghimbau, mengajak masyarakat Kota Jayapura di semua aspek kehidupan,” tutur Nicolas Jouwe.
Ondoafi Nikolas Youwe menyampaikan, melalui pernyataan-pernyataan tersebut, masyarakat adat berupaya menunjukkan rasa cinta kepada Kota Jayapura, dengan cara yang beradab dan terhormat.
“Pernyataan tersebut di atas, diungkapkan sebagai upaya kolektif untuk menciptakan kondisi yang kondusif, sejuk, aman, nyaman, dan tertib di seluruh wilayah kota Jayapura.
Kota Jayapura harus lebih baik ke depan, itu menjadi tujuan dan cita-cita Bapak Walikota,” tandasnya. (NatYo)