
Manokwari, TopbNews.com – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Arif Rahadian menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah melalui gerakan “BI Torang Locavore 2025” di Manokwari, Jumat (31/10).
Dalam sambutannya, Arif menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Bank Indonesia dan pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat luas, mulai dari rumah tangga, pelajar, hingga pelaku usaha lokal.
“Stabilitas harga dan ketahanan pangan tidak cukup dijaga lewat kebijakan saja, tapi juga perlu kesadaran bersama untuk mencintai dan mengonsumsi pangan lokal,” ujarnya.
Program Torang Locavore menjadi bagian dari upaya edukasi publik terkait pentingnya pangan lokal serta stabilisasi harga di tingkat daerah.
Melalui dua inisiatif utama, yakni Edukasi Kebanksentralan dan Stabilisasi Harga (EKSH) serta Program Desa Peduli Inflasi (Desa PI), Bank Indonesia berupaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap inflasi, mendorong praktik urban farming, dan menumbuhkan budaya menanam di lingkungan rumah maupun sekolah.
Saat ini, sedikitnya 22 sekolah dan 10 kelompok Dasawisma binaan PKK di Kabupaten Manokwari telah aktif mengikuti program ini.

Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kesadaran ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap kemandirian pangan rumah tangga.
Deputi Kepala Perwakilan juga menyoroti empat pilar utama pengendalian inflasi, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif (4K).
Ia menjelaskan, keempat pilar ini harus berjalan seimbang agar inflasi tetap dalam kisaran target pemerintah sebesar 2,5 persen kurang lebih 1 persen.
“Sinergi antara pemerintah daerah, TPID, Bulog, dinas pangan, dan masyarakat telah menjaga stabilitas harga di Papua Barat tetap terkendali”, jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta dan masyarakat Papua Barat:
- Terus menanam di lingkungan masing-masing untuk memperkuat pasokan pangan lokal.
- Mencintai dan membeli produk lokal, sehingga mampu menjaga stabilitas harga serta memberdayakan petani daerah.
- Memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menjaga inflasi tetap rendah dan terkendali.
“Melalui gerakan Torang Locavore, kita ingin membangun budaya baru: menanam, mencintai produk lokal, dan bersinergi. Dari langkah sederhana ini, lahir kontribusi nyata untuk ekonomi Papua Barat yang tangguh dan berdaulat pangan”, tutupnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah