
Wondama, TopbNews.com – Suasana penuh warna dan semangat kebersamaan mewarnai parade budaya dalam rangka menyambut perayaan satu abad Nubuatan Domine I.S. Kijne di Kabupaten Teluk Wondama, (22/10).
Berbagai suku, komunitas, dan paguyuban turut ambil bagian, termasuk Paguyuban Pasundan Teluk Wondama yang menampilkan kekayaan budaya dan hasil pertanian khas Sunda.
Ketua Paguyuban Pasundan Teluk Wondama, Anto Warnoto, menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam momentum bersejarah tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan budaya ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama sebagai bagian dari masyarakat Wondama.
“Kami merasa memiliki dan harus ikut serta karena sukses dan tidaknya acara ini adalah tanggung jawab kita bersama”, ujarnya.
Anto menjelaskan, Paguyuban Pasundan mengusung tema lingkungan dan pertanian dalam penampilannya.
Para anggota menampilkan hasil-hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan yang menjadi simbol kerja keras dan kemandirian para petani.
Tema ini, katanya, mencerminkan identitas sebagian besar anggota paguyuban yang berprofesi sebagai petani dan hidup berdampingan dengan alam.
Selain itu, Anto juga menyoroti tingginya toleransi antarumat beragama di Teluk Wondama. Ia mengaku merasa aman dan nyaman hidup di daerah tersebut karena masyarakat saling menjaga keamanan, persatuan, dan kesatuan tanpa memandang perbedaan.
“Harapan kami, melalui perayaan satu abad ini, Wondama dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi”, tutupnya.
Parade budaya satu abad Nubuatan Domine I.S. Kijne ini menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan lintas suku dan budaya di Tanah Sisar Matiti, mempertegas bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Teluk Wondama dalam membangun masa depan yang harmonis dan sejahtera. (*)
Penulis : Marthina Marisan