Sastra Tanah Kasuari 2025: Ruang Dialog dan Selebrasi Karya di Manokwari

Manokwari, TopbNews.com – Perkumpulan Sastra Papua Senja menggelar kegiatan Sastra Tanah Kasuari 2025 di Manokwari City Mall, Selasa (16/9/2025).

mostbet

Ajang ini menjadi ruang dialog, ekspresi artistik, sekaligus selebrasi karya sastra yang menghadirkan penulis, seniman, akademisi, komunitas literasi, serta masyarakat umum.

Ketua Panitia, Patrick Watofa, menjelaskan kegiatan terbagi dalam dua agenda utama. Pertama, diskusi buku Dengung Tanah Goyang karya Iyul Fitra yang dikemas dalam format dialog terbuka. Diskusi diawali pemaparan materi dari narasumber, kemudian dilanjutkan dengan interaksi aktif antara peserta dan pembicara.

“Diskusi ini diharapkan mampu menciptakan ruang partisipatif, dimana peserta bebas menyampaikan pandangan dan tanggapan personal terhadap karya sehingga suasana menjadi hidup dan bermakna”, ujar Patrick.

Agenda kedua adalah alih wahana sastra bertajuk Dengung Tanah Kasuari. Pertunjukan ini merepresentasikan puisi Tanah Kasuari karya Merry Rumainum dan puisi Dengung Tanah Goyang karya Iyul Fitra.

Pementasan tersebut menggabungkan seni teatrikal, monolog, musikalisasi puisi, hingga drama, sehingga memperkaya cara penonton mengapresiasi sastra, baik secara visual maupun emosional.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari akademisi, pegiat sastra, dan komunitas literasi.

Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perkembangan sastra di Tanah Papua.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Sastra Papua Senja, Merry Rumainum, menegaskan bahwa Sastra Tanah Kasuari merupakan program unggulan yang dirancang untuk membuka ruang diskusi sekaligus ekspresi sastra.

“Program ini bukan hanya sekedar ruang diskusi, tetapi juga ruang ekspresi bagi anak-anak Papua. Tahun ini kami menghadirkan alih wahana sastra dengan pertunjukan Dengung Tanah Kasuari sebagai dukungan terhadap aktivasi budaya dari Kementerian Kebudayaan RI. Harapannya, karya ini dapat menjadi suara yang hidup untuk menyuarakan sastra di Tanah Papua”, pungkasnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!