
Manokwari, TopbNews. com – Tokoh pendidikan Papua, Hendrik Arwam, resmi menyandang gelar doktor bidang Ilmu Lingkungan setelah sukses mempertahankan disertasi dalam Sidang Terbuka di Pasca Sarjana Universitas Papua (UNIPA), Selasa (17/6/2025).
Disertasi dengan judul “Dekonstruksi Mitos dan Lingkungan Sagu : Pemertahanan Budaya pada Masyarakat Adat Suku Emeyode di Kabupaten Sorong Selatan” menggali keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan nilai-nilai adat yang hidup dalam masyarakat Papua.
Sidang terbuka di pimpin Rektor UNIPA, Dr. Hugo Warami, menghadirkan sejumlah penguji dari kalangan akademisi, termasuk Prof. Andoyo Supriantono, Dr. Yolanda Holle, Dr. Yusuf W. Sawaki, Dr. Derek Ampnir, Dr. Yafet Syufi, dan Dr. Anton S. Sinery.
Dalam pemaparan, Hendrik menekankan pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kearifan lokal. Ia mencontohkan semboyan masyarakat Suku Emeyode : “Jaga sagu sama dengan jaga iklim”, yang menurutnya mencerminkan pemahaman mendalam masyarakat lokal terhadap keseimbangan alam.
Ia juga mengajak semua pihak tidak hanya fokus pada konservasi dalam bentuk program semata, tetapi juga memperhatikan peran mitos dan nilai adat dalam menjaga ekosistem.
“Bagi masyarakat Papua, mitos bukan cerita kosong, tetapi bagian dari konstruksi sosial dan ekologis yang membentuk cara hidup dan pandangan mereka terhadap alam,” ungkapnya.
Hendrik juga mendorong agar isu lingkungan di kaji dari pendekatan etno-lingkungan, bukan hanya perspektif global. Ia berharap ke depan, pelestarian alam Papua mempertimbangkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari solusi keberlanjutan.
Sidang selama 2,5 jam dengan lebih dari 20 pertanyaan berhasil di jawab dengan baik oleh Hendrik. Pasca resmi menyandang gelar doktor, ia berkomitmen terus mengangkat perspektif budaya Papua dalam wacana lingkungan hidup nasional dan internasional. (rls)