Rektor UNIPA Apresiasi Markus Waran Raih Gelar Doktor

Manokwari, TopbNews. com — Universitas Papua (UNIPA) kembali menorehkan prestasi akademik dengan melahirkan seorang doktor baru dalam bidang Ilmu Lingkungan.

Gelar akademik diraih Markus Waran, mantan Bupati Manokwari Selatan, yang kini resmi menjadi doktor ke-21 dalam Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan di Program Pascasarjana UNIPA.

Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, dalam pernyataan resmi, Senin (16/6/2025) menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Markus Waran.

Ia menilai keberhasilan ini menjadi teladan, khususnya bagi para pejabat publik dan aparatur sipil negara, bahwa pendidikan tinggi terbuka bagi siapa saja yang memiliki komitmen.

“Hari ini telah lahir satu doktor baru, yaitu Bapak Markus Waran. Kita harapkan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa UNIPA membuka ruang yang seluas-luasnya, sehingga lintas pejabat, pegawai negeri sipil, semua punya kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi,” ujar Hugo Warami.

Lebih lanjut, Prof. Warami menekankan bahwa kesibukan sebagai pejabat tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus belajar.

“Kita belajar dari Bapak Markus Waran, sesibuk-sibuknya sebagai bupati, beliau tetap menyempatkan waktu untuk studi. Di akhir masa jabatan juga menjadi akhir masa studi, dan hari ini kita semua mengucapkan selamat,” ungkapnya.

Markus Waran, resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan program doktoralnya di Universitas Papua (UNIPA). Gelar tersebut diperoleh usai ia menjalani ujian terbuka pada Minggu (16/6/2025), sebagai tahapan akhir dari studi panjang yang telah ia tempuh selama tujuh tahun.

Dalam keterangan kepada wartawan, Markus mengisahkan perjalanan akademiknya yang dimulai pada tahun 2018, tidak lama setelah ia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UNIPA saat masih menjabat sebagai Bupati Manokwari Selatan pada 2017.

“Saya masuk (S3) tahun 2018 dan baru selesai tahun 2025 ini. Proses ini cukup panjang dan penuh tantangan,” ungkapnya.

Markus menjelaskan bahwa program doktoralnya berada di bidang ilmu eksakta, dengan fokus pada isu-isu lingkungan seperti pasang surut dan ekosistem mangrove.

Menurutnya, bidang tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan analisis mendalam. “Ini memang pelajaran eksak yang luar biasa. Bicara eksak berarti bicara hitung-hitungan, tapi juga ada aspek analisis SWOT-nya. Itu yang membuatnya menantang,” jelasnya.

Ia menyatakan rasa syukur yang mendalam atas pencapaiannya tersebut. “Saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Karena anugerah Tuhan, saya bisa sampai pada tahap ini dan akhirnya menyelesaikan ujian akhir dengan baik,” tuturnya dengan haru.

Lebih lanjut, Markus menegaskan bahwa pendidikan yang ia jalani bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai bekal untuk mengatasi permasalahan lingkungan secara langsung di lapangan. “Masalah lingkungan sangat penting untuk dipelajari karena sangat kompleks. Pendidikan ini memberikan dasar kuat agar bisa diaplikasikan langsung di lapangan, di mana pun kita berada,” tandasnya.

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!