Harga Mulai Stabil, Tapi Pembeli Sepi

Manokwari, TopbNews.com – Usai Lebaran, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Manokwari perlahan mulai stabil. Namun, pedagang masih mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat.

Rahayu, salah satu pedagang di pasar tradisional sanggeng menyebutkan bahwa harga beras memang mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan.

“Beras naik enam ribu per karung, contohnya beras 10kg yang biasanya satu karung 163 ribu jadi 169 ribu. Tapi rica (cabai rawit) masih stabil, tomat yang mulai naik dari sebelumnya 15 ribu jadi hampir 20 ribu per kilo. Bawang merah sempat naik sebentar, tapi sekarang sudah balik normal, 60 ribu per kilo”, jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa pasokan barang mulai kembali lancar.

“Kalau kentang itu dari Surabaya, sempat naik sampai 35 ribu saat Lebaran, sekarang sudah mulai turun. Cuma memang semua bahan sempat naik karena biaya kontainer juga naik”, tambahnya.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya daya beli masyarakat. Menurut Rahayu, dibanding tahun-tahun sebelumnya, tingkat penjualan sangat menurun.

“Tahun 2023 itu masih bagus, tahun ini daya beli turun jauh, mungkin tinggal 40% dari sebelumnya. Waktu Lebaran kemarin pun banyak warung tutup, jadi kami kehilangan pelanggan”, ujarnya.

Rahayu juga menyoroti persaingan berat dari toko modern seperti swalayan – swalayan yang sekarang semakin menjamur di Manokwari.

“Sekarang orang lebih pilih ke sana karena bisa beli satuan, tempatnya bersih, ada AC, dan aman. Di pasar tradisional ini, kalau sore sudah sepi. Harapan kami pemerintah bisa perhatikan pasar juga. Dibuat bersih, aman, nyaman, supaya orang mau datang belanja lagi ke pasar. Yaa semoga beda nanti ya, kalo pasar sentral sanggeng sudah digunakan”, harapnya sembari menambahkan, jika kondisi ini terus berlanjut, pedagang kecil di pasar bisa semakin terpinggirkan.

“Kita berharap pemerintah hadir, supaya kami pedagang kecil tetap bisa bertahan,” tutup Rahayu. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!