
Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan pentingnya pelaksanaan ibadah bersama lintas agama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan ibadah awal bulan bersama umat Nasrani yang diikuti oleh seluruh kepala OPD, ASN, honorer, dan P3K lingkup Pemprov Papua Barat, Selasa pagi (8/4).
Menurut Gubernur Dominggus, ibadah di awal bulan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen spiritual bagi para pegawai dalam menjalani tugas-tugas pemerintahan.
“Biro Kesra tiap awal bulan harus atur jadwal ibadah, baik Nasrani, Muslim, Hindu, maupun Budha. Kalau belum ada programnya, segera buat. Ini perintah langsung dari saya”, tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar Biro Kesra, Biro Administrasi Pimpinan, dan para asisten terkait aktif berkoordinasi dengan PGGP (Persekutuan Gereja-Gereja Papua) untuk menyusun jadwal serta menentukan siapa yang akan memimpin ibadah setiap bulan.
Dalam pesannya, Dominggus mengingatkan bahwa menyediakan waktu untuk Tuhan tidak akan mengganggu pekerjaan. Sebaliknya, ibadah akan menjadi kekuatan rohani untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Satu hari di pelataran Tuhan lebih baik daripada seribu hari di tempat lain. Dua jam saja cukup untuk ibadah, selebihnya kita kembali bekerja. Kita imani Tuhan pasti jawab doa kita dan beri kekuatan dalam menjalani tugas”, ucapnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa ibadah bersama merupakan bagian dari pelayanan, serta bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Dalam satu bulan, cukup minggu pertama saja kita berkumpul pukul 08.00 pagi untuk ibadah, karena hal ini juga merupakan pelayanan kepada Tuhan dan masyarakat. Untuk Tuhan pun kita harus bisa sediakan waktu. Ini juga cara kita menyambut bulan dengan baik”, lanjutnya.
Kebijakan ini kata Gubernur, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran spiritual, mempererat kerukunan antar umat beragama, serta menciptakan semangat kerja yang lebih harmonis di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat. (*)
Penulis : Rian Lahindah