
Jayapura, TopbNews.com – Sebanyak 7 siswa asal SLB Negeri 1 Jayapura ikuti kompetisi LKS Disabilitas 2024 di Jakarta pada tanggal 8-13 Juli 2024 mendatang.
Kepala sekolah SLB Negeri 1 Jayapura, Kamino mengatakan, Kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SLB ini sesuai dengan bidang keahlian yang diminati oleh siswa di sekolahnya.
“SLB Negeri 1 Jayapura mewakili Papua dalam ajang LKS dengan mengikuti 7 ajang jenis lomba, usai siswa kami menjuarai tingkat provinsi,” katanya.
Menurutnya dari 9 ajang lomba tingkat provinsi, siswa kami menjuarai 7 jenis lomba, sementara 2 lainnya di raih oleh SLB Negeri Pembina TK. I Provinsi Papua yang berlokasi di Buper Waena.
Kamino menyebut berbagai persiapan telah dilakukan pihaknya sejak awal menjadi pemenang di tingkat provinsi beberapa waktu lalu.
“Kami telah bentuk tim untuk melatih para siswa kami dengan menyiapkan peserta didiknya, memilih yang mempunyai talenta atau bakat di bidangnya masing-masing dengan menyiapkan segala keperluannya mulai dari peralatan hingga bahan baku untuk latihan,” jelasnya.
Dia menyebut usai menjuarai tingkat Provinsi sebenarnya para siswa istimewa ini menjadi kewajiban provinsi untuk karantina dengan lakukan pelatihan.
“Tapi provinsi kembalikan ke pihak sekolah karena mereka guru-guru di sekolah yang lebih memahami karakter dan mempunyai talenta dalam menangani para siswa istimewa tersebut. Kami menyambut baik hal tersebut dengan terus melatih peserta didik agar pada saat lomba mereka tidak canggung dan terbiasa,” paparnya.
Kamino berharap para siswa istimewa ini dapat bersaing di tingkat nasional dengan menampilkan potensi terbaik yang dimiliki, sehingga bisa membawa nama baik Provinsi Papua di Tingkat Nasional.
“Kami mohon doa restu dari semua pihak terutama dari dinas pendidikan Provinsi Papua, orang tua siswa dan seluruh masyarakat agar para siswa bisa tampil secara maksimal,” tandasnya.
Disinggung terkait kendala, Kamino menyebut selama ini belum ada kendala atau kesulitan yang berarti, karena pihaknya telah terbiasa setiap tahun mengikuti ajang lomba tersebut.
Sementara itu Lulus Priyadi, seorang guru pembimbing bidang kreasi barang bekas mengatakan untuk membimbing para siswa istimewa yang akan mengikuti kompetisi ini diperlukan ekstra kesabaran.

“Siswa yang ikut ajang kreasi barang bekas dengan Tema Bonsai saya fokuskan dia untuk lebih cermat dalam menggunakan waktu, karena lomba nanti dibatasi waktu. Saya latih setiap hari sampe saya bawa tidur di rumah, supaya dia terlatih terus pakai stop watch, sehingga pada waktu lomba dia tidak tergantung sama saya,” katanya yang didampingi Benny Seblun Utti Peserta Lomba Kreasi Barang Bekas dari SLB Negeri 1 Jayapura.
Lulus menambahkan barang bekas yang digunakan untuk membuat bonsai diambil dari spon bekas kasur busa dan beberapa barang bekas lainnya.
“Untuk lomba kreasi barang bekas peserta wajib membawa bahan baku masing masing dan peralatan disiapkan oleh panitia. Jadi kami sudah siapkan semuanya dari Jayapura mulai dari daun daun bonsai, aksesories penunjang lain juga kotak tempat bonsai, , di tempat lomba siswa hanya membuat pohon dan rantingnya saja,” pungkasnya.
Diketahui peserta lomba LKS Tingkat Nasional dari SLB Negeri 1 Jayapura akan mengikuti ajang lomba Kecantikan, Membatik, Busana, Tata Boga, Kriya Kayu, Kreasi Barang Bekas, Tekhnologi Informatika. Sementara dari SLB Negeri Pembina TK. 1 Provinsi Papua mengikuti lomba Hantaran dan Merangkai Bunga.
Penulis : NatYo