
Jayapura, TopbNews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menggelar Penganugerahan Kebudayaan bagi individu dan kelompok di tanah port numbay, Senin (20/11).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid dalam laporannya mengatakan, penghargaan ini diberikan oleh Wali Kota Jayapura kepada kelompok atau individu yang berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan.
“Tentu bagi yang berprestasi atau berkontribusi luar biasa dalam upaya pemajuan kebudayaan port numbay dengan tujuan mendukung pihak yang berprestasi atau berkontribusi luar biasa dalam pemajuan kebudayaan dan mendorong semua pihak agar berprestasi atau berkontribusi luar biasa dalam pembudayaan pemajuan kebudayaan,” ujar Abdul Majid.
Usai menyerahkan penghargaan kepada para nominator, Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan, kebudayaan adalah identitas jati diri dari sebuah atau suatu kelompok masyarakat di seluruh dunia.
“Tidak ada manusia yang tidak memiliki kebudayaan, setiap suku-suku bangsa-bangsa di dunia ini memiliki kebudayaannya masing-masing. Ilmu pengetahuan itu lahir dari kebudayaan dari pengalaman hidup dan dari perilakunya,” kata Pekey.
Dia mengatakan, kebudayaan itu menyatu dengan kehidupan setiap manusia dan tidak bisa keluar ataupun juga terekspresikan dalam bahasa dan perilaku-perilaku hidup dalam kesenian.
Menurut Pekey, kebudayaan harus diwariskan dengan upaya pelestarian dengan melakoni dan melaksanakannya.

Pekey menegaskan, generasi saat ini adalah penerus dan pewaris budaya masa lalu orang tua nenek moyang.
“Tugas kita adalah terus mewarisi, melestarikan menjalani kemudian mengajarkan kepada anak dan cucu-cucu kita, supaya tidak putus baik bahasanya makanan atau nilai-nilai budayanya, seninya dan lain sebagainya,” ucapnya.
Pekey menambahkan, kegiatan ini untuk memberikan apresiasi tetapi sekaligus juga memberikan motivasi dan mengingatkan kembali tentang pentingnya mewarisi budaya, khususnya budaya yang ada di Kota Jayapura.
Berikut nominasi Anugerah Kebudayaan Kota Jayapura 2023, Kategori Pelestari yaitu Erlin Djami (Arkeolog Papua) dan Nikolas Makanuay (Seniman). Kategori Pelopor/Pembaru/Pemahat yaitu Sanggar Seni Honong, Leonard Hay (Seniman), Jimmy Afar (Budayawan) dan Agustinus Ohee.
Kemudian Kategori Maestro Seni Tradisi yaitu Zeth Itaar (Maestro Seni di Kampung Enggros), Kategori Anak Remaja, Luis Haay. Kategori Media, Imaji Papua dan Kategori Masyarakat adat, LMA Port Numbay. (*)
Penulis : NatYo