
Manokwari, TopbNews.com – Acemo… Acemo… Acemo… atau ucapan “Selamat Datang” khas suku Arfak, itulah kalimat pertama yang diungkapkan Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan dirinya saat menginjakkan kaki di tanah peradaban pulau Mansinam di Manokwari, Senin (20/11).
Ganjar beserta rombongan rupanya menumpang perahu dari dermaga pelabuhan Kwawi menuju Pulau Mansinam. Nampak perahu tumpangan mantan Gubernur Jawa Tengah itu sedikit terlihat oleng karena derasnya gelombang air laut disertai tiupan angin.
Sesampai di pulau mansinam, sosok Rambut Putih yang juga Calon Presiden RI nomor urut 3 itu disambut tarian adat dan pemasangan mahkota bulu Kasuari sebagai simbol adat. Ganjar bahkan lebih banyak menyapa warga dan mendengarkan cerita singkat pertama kali Injil masuk di Tanah Papua yaitu di Pulau Mansinam oleh Pendeta Hans Wanma.
Selain melihat dari dekat sumur tua dan situs bersejarah Gereja dan situs misionaris asal Jerman Johann Gotlob Geisseler dan Carl Willem Ottow, Ganjar juga berkesempatan melihat dari dekat makam kuburan Islam di pulau Mansinam.

Tak ada orasi politik yang disampaikan Ganjar Pranowo. Kader PDI-P itu diberikan kesempatan kurang lebih 5 menit untuk menyapa warga Manokwari.
Memanfaatkan momen waktu singkat itu, Ganjar bahkan hanya bercerita seputar pengalamannya saat Covid melanda Indonesia. Saat masa pandemi tersebut, Ganjar mengaku lebih banyak mengunjungi mahasiswa dan pelajar di asrama. Tidak hanya asrama mahasiswa dan pelajar Papua, namun semua asrama mahasiswa ia sambangi untuk berikan bantuan sembako.
Menurutnya, disitulah Indonesia, rasa dan adil beradab terasa. Hanya sedikit rejeki yang dapat dirinya bagikan kepada mahasiswa di asrama-asrama.
“Itulah Tuhan kasih jalan perjumpaan sesama anak bangsa,” ucapnya.
“Waktu mahasiswa saya bercita-cita datang ke Papua, tapi tidak berhasil. Singkatnya sebelum duduk di DPR RI, saya berkesempatan injakan kaki di Tanah Papua. Setelah jadi anggota DPR RI saya berkali-kali datang ke Papua. Papua menjadi tanah yang saya rindukan,” ungkapnya.
“Disinilah pulau bersejarah, banyak yang menyarankan pak Ganjar apakah bapak berkenan ke Pulau Mansinam, di mana itu? di Manokwari. Saya akan datang pertama ke pulau tersebut. Sangat mengharukan betul sambutan masyarakat setempat. Inilah bikin ingin rasa kembali lagi ke tanah ini, khusus di Manokwari, Papua Barat,” aku Ganjar.
Di Papua Barat, Ganjar melakukan kunjungan pertama di Manokwari dan melanjutkan perjalanan ke Sorong.
“Mudah-mudahan ini sangat baik untuk Papua, untuk bisa maju dan tumbuh berkembang dan cepat membangun dan pusat pun harus membantu,” pungkasnya.(*)
Penulis : Hengki Kadiwaru