Buntut Pelantikan Pejabat Baru, Pemilik Ulayat Palang Puskesmas Pasir Putih

Pemalangan Puskesmas Pasir Putih oleh Pemilik hak Ulayat (Foto: Marthina/ TopbNews. com)

Manokwari, TopbNews.com – Belum genap 24 jam pasca pelantikan pejabat Kepala Puskesmas Pasir Putih oleh Bupati Manokwari, Kamis (16/11) kemarin, kantor layanan kesehatan masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Pasir Putih itu dipalang oleh masyarakat pemilik ulayat.

Sehari sebelumnya, tepatnya Rabu (15/11), Bupati melantik Anna Erlina Padwa sebagai Kepala Puskesmas Pasir Putih sesuai Lampiran Surat Keputusan Bupati Manokwari Nomor : Sk.821-2-33 tanggal 13 November 2023 di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati.

Pasca pemalangan, pihak Dinas Kesehatan didampingi pihak Polres Manokwari telah melakukan negosiasi pembukaan palang kantor Puskesmas Pasir Putih. Tetapi masyarakat pemilik ulayat tetap bersikukuh tidak akan membuka palang sampai Bupati yang turun bertatap muka dengan pemilik ulayat menyelesaikan tuntutan mereka.

Ditemui awak media, pemilik ulayat didampingi sejumlah warga, Oktofina Maidodga menegaskan, mereka menuntut perubahan SK Bupati. Warga, aku Oktofina menolak pelantikan pejabat baru Kepala Puskesmas Pasir Putih.

“Saya pemilik hak ulayat, minta pak Krimadi yang menjadi Kepala Puskesmas dan saya menolak ibu Anna Padwa diangkat menjadi kepala Puskesmas Pasir Putih,” tegasnya kepada sejumlah pewarta.

Pemilik Hak Ulayat, Oktofina Maidodga saat memberikan keterangan kepada TopbNews di Pasir Putih Manokwari (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Mewakili masyarakat, Oktofina menceritakan pihaknya telah menghadap Bupati dan Wakil Bupati serta Kepala Dinas Kesehatan Manokwari sebanyak 2 (dua) kali dan mengusulkan dua kandidat Calon Kepala Puskesmas Pasir Putih. Mereka adalah Daniel Yensenem dan Yohanes Krimadi.

“Kami sudah pernah menghadap Bupati dua kali, terus Wakil Bupati dua kali dan Kepala Dinas Kesehatan juga sudah dua kali. Trus kenapa yang dilantik ibu Anna,” tanya Oktofina.

“Kami merasa kecewa karena yang kami perjuangkan ini tidak dilantik. Padahal pak Krimadi dan Yensenem ini sudah tugas lama di Puskesmas Pasir Putih dan banyak layani kami ke rumah-rumah kalau kami sakit,” sebutnya.

Oktofina mengaku, pemalangan sudah dilakukan pukul 21.00 WIT atau tengah malam pasca pelantikan di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati.

“Palang ini tidak akan dibuka, mo sampai satu minggu atau dua minggu juga biar saja, harus Bupati datang kasih keterangan kepada saya selaku pemilik hak Ulayat dan masyarakat,” bebernya.

Bentuk kekecewaan juga disampaikan Frans Ariks selaku masyarakat mendukung keputusan pemilik ulayat memalang pintu kantor Puskesmas Pasir Putih.

Frans Ariks, salah satu warga yang mendukung pemalangan puskesmas Pasir Putih (Foto: Marthina/TopbNews.com)

“Kami selaku masyarakat sangat setuju agar ibu Anna Padwa diganti. Karena kami ini sudah melihat pak Krimadi melayani kami dengan baik. Contohnya saya ini sudah sakit asam urat dan gula, Pak Krimadi ini yang datang layani saya. Petugas yang lain tidak ada,” aku Frans.

Hingga berita ini dimuat, pelayanan dan aktivitas di Kantor Puskesmas Pasir Putih lumpuh alias tidak ada aktivitas. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!